circadianshift.net

Hematuria, Kondisi Yang Menyebabkan Air Seni Bercampur Dengan Darah

Seperti yang diketahui bahwa warna air kencing atau air seni yang normal seharusnya adalah kuning muda. Warna ini didapat dari kandungan urochrome (urobilin), zat yang dihasilkan ketika hemoglobin dipecah dalam tubuh menjadi bilirubin. Akan tetapi saat kita buang kecil, kita terkadang sering melihat warna air seni yang berbeda-beda. Kadang kala air seni berwara bening atau putih yang dianggap sebagai air seni yang sehat. Tubuh berada dalam kondisi yang baik dan kita banyak meminum air putih sehingga air seni mengeluarkan warna ini. Sayangnya air seni yang berwarna kekuningan yjuga bisa menjadi tanda adanya penyakit lho.

Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh.

Nah, salah satu penyakit yang sering dikaitkan-kaitkan dengan air seni adalah hematuria. Ya, ini adalah sebuah kondisi dimana terdapat darah pada urine. Kasus penyakit hematuria biasanya terjadi seiring dengan gangguan fungsi organ atau terdapatnya suatu penyakit pada seseorang hingga menyebabkan perubahan warna urine. Pasien yang terkena penyakit hematuria harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab yang menimbulkan hematuria tersebut.

Lantas, warna air kencing mana yang masih wajar dan mana yang perlu diperiksakan dokter segera? Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud hematuria? Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Apa Itu Hematuria?

Hematuria adalah keadaan dimana pasien hematuria tidak bisa mendeteksi secara langsung tentang kondisi yang dialaminya karena darah yang terdapat di urine tersumbat dan hanya bisa dideteksi setelah melalui peneriksaan laboratoris, sementara pengertian gross hematuria adalah kondisi pasien yang lebih mudah didiagnosa karena menyadari secara langsung perubahan warna urine yang lebih keruh atau bahkan berwarna merah.

Hematuria adalah istilah medis yang menandakan adanya darah di dalam urine. Urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Urine yang normal tidak mengandung darah sedikitpun, kecuali pada wanita yang sedang menstruasi. Hematuria sering terlihat sangat menakutkan dan menimbulkan kekhawatiran, namun kondisi ini jarang menjadi pertanda penyakit yang membahayakan nyawa anda. Meski begitu, anda harus segera memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penyebab munculnya darah di dalam urine.

Terkadang terdapat pula darah yang muncul di dalam urine meski tidak kasat mata. Kondisi ini sering disebut sebagai hematuria mikroskopik. Darah yang terkandung dalam urine hanya bisa dilihat di laboratorium dengan memakai mikroskop. Meski begitu dokter tetap perlu memeriksa penyebab munculnya darah dalam urine.

Darah yang ada dalam urine umumnya berasal dari sistem saluran kemih, seperti:

  • Kandung kemih. Tempat menyimpan urine.
  • Uretra. Saluran yang dilewati urine dari kandung kemih menuju ke luar tubuh.
  • Ureter. Saluran dari ginjal menuju ke kandung kemih.
  • Ginjal. Organ yang berfungsi menyaring darah.

Hematuria pada umumnya muncul akibat kondisi medis lain yang mendasarinya. Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyakit yang mendasari tersebut. Misalnya, jika hematuria disebabkan oleh infeksi saluran kemih, maka dokter akan memberikan resep antibiotik. Namun jika disebabkan oleh batu ginjal, pengobatan bisa dilakukan dengan obat pereda sakit, obat tamsulosin untuk memperlancar keluarnya batu, hingga operasi. Periksakan diri ke dokter jika anda merasa warna urine tidak seperti biasanya.

Gejala

Gross hematuria menyebabkan air seni berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan karena banyaknya sel darah merah di dalam air seni, namun pada microscopic hematuria, air seni dapat tetap berwarna kuning jernih.

Hematuria yang disebabkan karena infeksi saluran kencing atau karena batu di saluran kencing sering disertai dengan gejala sakit pinggang atau nyeri saat buang air kecil. Namun hematuria yang disebabkan karena tumor pada saluran kencing biasanya tidak disertai dengan nyeri.

Penyebabnya

Untuk mengetahui dengan pasti apakah terdapat darah pada urine dan memastikan penyebabnya, anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Berikut ini beberapa penyebab umum munculnya darah dalam urine.

  1. Infeksi saluran kemih. Kondisi ini terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di dalam kandung kemih. Gejala lain selain hematuria adalah keinginan untuk terus buang air kecil, sakit dan sensasi rasa terbakar saat buang air kecil, dan urine yang beraroma kuat.
  2. Infeksi ginjal. Gejala yang lainnya adalah demam dan juga sakit pada sisi punggung bagian bawah.
  3. Batu ginjal. Jika batu cukup kecil, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit. Tapi jika batu berukuran besar dan menghalangi salah satu saluran dari ginjal, akan menyebabkan sakit yang parah.
  4. Pembengkakan kelenjar prostat. Kondisi yang umum ini tidak terkait dengan kanker prostat dan cenderung terjadi pada pria dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan buang air kecil dan sering buang air kecil.
  5. Kanker prostat. Kondisi ini bisa disembuhkan jika diketahui dan ditangani sejak dini. Cenderung terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Perkembangan kondisi ini sangat perlahan.
  6. Kanker kandung kemih. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.
  7. Kanker ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang di atas usia 50 tahun. Kanker ini bisa disembuhkan apabila terdeteksi dan diobati sejak dini.
  8. Peradangan pada uretra. Kondisi yang umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti klamidia, akibat terinfeksi bakteri klamidia.
  9. Kelainan genetik. Anemia sel sabit adalah kerusakan hemoglobin sel darah karena faktor keturunan. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya darah dalam urine. Selain anemia sel sabit, sindrom Alport juga bisa menyebabkan hematuria. Sindrom ini memengaruhi jaringan penyaring pada ginjal.
  10. Obat-obatan. Obat anti kanker seperti cyclophosphamide dan penicillin bisa menyebabkan hematuria.
  11. Terkadang. kemunculan darah di urine juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan antikoagulan seperti aspirin dan obat pengencer darah seperti heparin.
  12. Olahraga secara berlebihan. Kondisi ini mungkin jarang sekali terjadi dan tidak diketahui dengan pasti kenapa bisa menyebabkan terjadinya hematuria, tapi salah satu keterkaitannya adalah karena terjadi trauma pada kandung kemih yang mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik yang berlebihan.

Selain hematuria, ada hal lain yang bisa menyebabkan urine berubah warna menjadi merah muda, kemerahan, atau kecokelatan. Makanan dan obat-obatan bisa menjadi salah satu penyebab perubahan warna urine. Buah bit dan beri bisa mengubah warna urine jadi berwarna merah. Lalu obat-obatan seperti antibiotik nitrofurantoin dan obat laksatif sanna bisa membuat warna urine berubah menjadi kemerahan.

Perubahan warna yang disebabkan oleh makanan dan obat seperti di atas akan menghilang dalam beberapa hari. Jika anda seorang wanita, pastikan darah yang keluar bukan akibat menstruasi.

Pengobatan dan Pencegahan Hematuria

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani hematuria, terlebih jika gejalanya tidak serius. Untuk menangani kasus hematuria, umumnya dokter akan fokus menangani penyakit lain yang diduga menjadi penyebab munculnya hematuria, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Penanganan itu dilakukan dengan cara:

  • Memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih.
  • Memberikan resep obat untuk meredakan pembengkakan prostat.
  • Melakukan shock wave therapy atau terapi gelombang kejut untuk memecahkan batu ginjal dan kandung kemih.

Jika dokter tidak menemukan penyebab utama hematuria, anda akan diminta untuk melakukan tes urine dan dokter akan memantau kondisi tekanan darah anda setiap tiga sampai enam bulan sekali. Agar terhindar dari hematuria, anda harus mencegah beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkan hematuria, di antaranya:

  • Batu ginjal. Agar terhindar dari penyakit batu ginjal, anda disarankan agar meminum banyak air mineral, membatasi konsumsi garam, makanan yang mengandung protein dan oksalat seperti bayam.
  • Kanker ginjal. Untuk mencegah kanker ginjal, hentikan kebiasaan merokok, mengendalikan berat badan, mengonsumsi makanan yang sehat dan teratur, rajin berolahraga, serta jauhkan diri dari paparan bahan kimia beracun.
  • Infeksi saluran kemih. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran kemih, usahakan agar mengonsumsi air mineral dan buang air kecil saat merasakan tekanan. Khusus untuk wanita, anda wajib membersihkan organ vital dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan hindari penggunaan produk pembersih area kewanitaan karena justru bisa menyebabkan iritasi di organ vital anda.
  • Kanker kandung kemih. Berhenti merokok, menghindari paparan bahan kimia, mengonsumsi banyak air mineral bisa membantu anda dalam mengurangi risiko terkenda kanker kandung kemih.

Secara garis besar, hematuria tidak dapat dicegah. Namun ada beberapa strategi pencegahan yang dapat anda lakukan untuk menurunkan risiko terjangkitnya penyakit yang menyebabkan hematuria, antara lain:

  • Infeksi saluran kemih. Untuk menurunkan risiko infeksi saluran kemih, minumlah air putih dalam jumlah yang mencukupi, tidak menahan kencing, serta membersihkan vagina dari arah depan ke belakang (anus) bagi para wanita.
  • Batu ginjal. Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, perbanyak konsumsi air putih dan kurangi konsumsi makanan yang tinggi garam, protein, dan oksalat seperti bayam dan talas.
  • Kanker kandung kemih. Hindari atau hentikan kebiasaan merkok, hindari paparan terhadap bahan-bahan kimia, serta minumlah air dalam jumlah banyak untuk mengurangi risiko terjadinya kanker kandung kemih.
  • Kanker ginjal. anda dapat mengurangi risiko untuk menderita kanker ginjal dengan cara menghindari atau menghentikan kebiasaan merokok, menjaga berat badan agar tetap dalam batas normal, makan makanan yang bergizi, olahraga teratur, serta mengurangi paparan terhadap bahan-bahan kimia.

Faktor risiko

Hampir setiap orang (termasuk anak dan remaja) dapat mengalami perdarahan pada urin. Faktor yang meningkatkan terjadinya hal ini di antaranya:

  • Usia. Banyak pria yang berusia lebih dari 50 tahun mengalami hematuria karena pembesaran kelenjar prostat.
  • Jenis kelamin. Lebih dari setengah perempuan akan mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam hidup mereka, mungkin disertai dengan sejumlah perdarahan kemih. Pria muda lebih mungkin untuk menderita batu ginjal atau sindrom Alport, yaitu bentuk nefritis herediter(diturunkan) yang menyebabkan darah dalam urin.
  • Infeksi baru. Radang ginjal setelah infeksi virus atau bakteri (pasca infeksi glomerulonefritis)merupakan salah satu penyebab utama darah kemih pada anak-anak.
  • Sejarah keluarga.¬†Anda mungkin akan lebih rentan terhadap perdarahan kemih jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau batu ginjal.
  • Obat-obatan tertentu. Aspirin, obat anti-inflamasi penghilang rasa sakit dan antibiotik seperti penisilin dapat meningkatkan risiko perdarahan kemih.
  • Latihan berat. Pelari jarah jauh sangat rentan terhadap pendarahan kemih. Bahkan, kondisi ini kadang disebut hematuria pelari. Meskipun demikian, siapapun yang melakukan latihan terlalu keras dapat mengembangkan gejala hematuria.

Macam-Macam Warna Air Seni

Perlu dipahami bahwa perubahan warna air kencing selain kuning muda tak selamanya menjadi tanda bahaya. Selain karena suatu kondisi atau penyakit tertentu, perubahan warna air seni juga dapat dipengaruhi oleh apa yang anda makan atau minum selama seharian. Oleh karena itu, perhatikan juga gejala lainnya yang mengikuti perubahan warna air kencing anda, terutama jika diiringi oleh rasa panas atau perih nyeri seperti terbakar atau nyeri saat buang air kecil.

Berikut ini penjelasan mengenai warna air seni:

Merah

Menurut sebuah artikel terbitan Southern Medical Journal tahun 2012, urin yang bernuansa merah (mulai dari merah muda sampai merah tua) dapat diartikan bahwa anda memiliki hematuria, penyakit yang ditandai oleh adanya darah yang larut dalam air kencing.

Banyak faktor yang mempengaruhi sistem kemih anda sehingga menyebabkan urin berwarna merah. Beberapa faktor tersebut seperti batu ginjal, infeksi kandung kemih atau kanker. Khususnya pada pria, warna air kencing merah dapat berarti gejala kanker prostat dan pembesaran kelenjar prostat. Selain itu, olahraga yang berat juga dapat membuat darah masuk ke dalam kencing.

Warna air kencing merah juga mungkin didapat dari kandungan myoglobin yang merupakan protein pengikat oksigen pada sel otot yang terdapat di sel darah merah dan mirip hemoglobin. Ada juga kondisi lain yang disebut dengan beeturia. Dengan beeturia, warna urin anda memerah akibat kebanyakan makan buah bit.

Putih susu

Ketika infeksi menyerang tubuh, kadang sistem kemih anda bereaksi demi melawannya dengan melepaskan begitu banyak sel darah putih sehingga mengubah warna air kencing jadi seputih susu.

Penyebab lain warna kencing menjadi seperti susu adalah asam urat akibat makanan yang kaya akan purine, seperti ikan teri, herring dan daging merah. Perubahan warna ini juga bisa terjadi dari kristalisasi fosfat akibat hormon paratiroid yang berlebihan.

Biru

Jika sebelumnya anda pernah menjalani suatu tes lab tertentu, untuk alasan apapun, Methylene blue (zat yang biasa digunakan untuk tes laboratorium) yang digunakan selama prosedur itu dapat mengubah warna urin anda menjadi biru.

Methylene blue memiliki properti anti mikroba, yang terkadang ditemukan pada pengobatan dan obat-obat herbal. Pada beberapa kondisi seperti blue diaper syndrome dan Hartnup disease dapat menyebabkan kencing anda juga berwarna biru.

Hijau

Jika anda baru-baru ini mengonsumsi sesuatu yang berwarna biru, pigmen pewarna makanan dapat bercampur dengan warna kuning alami urin sehingga menghasilkan warna hijau. Tapi ada juga beberapa kasus yang menyebabkan warna urin anda menjadi hijau seperti propofol (obat anestesi), obat asam lambung cimetidine dan obat antidepresan trisiklik. Warna urin hijau juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi pada sistem kemih atau infeksi bakteri dalam darah. Makanan berwarna hijau seperti asparagus juga terkadang dapat membuat warna kencing anda menjadi hijau.

Ungu

Warna air kencing dapat berubah menjadi keunguan (termasuk merah maroon hingga biru tua, atau bahkan kombinasi yang menghasilkan warna ungu terang) apabila anda jika mengalami purple urine bag syndrome. Hal ini terjadi pada orang yang dipasang kateter untuk buang air kecil. Adanya infeksi bakteri pada alat kateter atau kantung kencing atau keduanya, menghasilkan substasi yang disebut indirubun yang menyebabkan perubahan warna unik ini.

Untuk memastikan apa yang menjadi alasan perubahan warna urin anda, konsultasikan pada dokter untuk menjalani tes urin.

Kuning tua

Warna air kencing yang kuning tua dapat berarti anda sedang dehidrasi. Pasalnya, warna yang terlalu pekat ini didapat dari terlalu banyaknya zat sisa urochrome yang larut ke urin bahkan setelah disaring oleh ginjal.

Cokelat atau hitam

Warna kencing anda dapat berubah warna menjadi cokelat. Bilirubin, yang kita kenal sebagai hasil dari hemoglobin terkadang banyak menumpuk di dalam darah karena penyakit hati seperti hepatitis dan sirosis, atau bisa juga oleh karena adanya tumor atau sumbatan. Kemudian ada juga makanan yang dapat merubah warna kencing menjadi cokelat yaitu kacang fava dan rhubarb.

Oranye

Beberapa obat dapat membuat kencing anda menjadi berwarna oranye, seperti isoniazid yang merupakan obat utama pada pasien tuberkulosis. Selain isoniazid, ada juga rifampin, riboflavin, vitamin B dan obat-obatan lain yang mempengaruhi warna kencing anda. Konsumsi wortel dalam jumlah banyak juga dapat merubah warna kencing anda menjadi oranye.

Nah, untuk memastikan apa yang menjadi alasan perubahan warna urin anda, konsultasikan pada dokter untuk menjalani tes urin. Demikianlah  artikel hari ini, semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.