circadianshift.net

MSG, Penyedap Rasa Tidak Sehat Yang Memiliki Banyak Penggemar

Ayo tunjuk tangan yang suka makan mie instan? Pasti rata-rata anak kos nih kayaknya. Biasanya mie instan sering menjadi penyelamat perut anak kos saat akhir-akhir bulan, bener nggak? Bukan karena doyan tapi karena emang lagi karam aja, yakan? Tapi sih sebaiknya jangan terlalu sering makan mie instan, sebab makanan yang selalu identik dengan anak kos ini memiliki kandungan MSG yang nggak bagus jika dimakan terlalu sering.

Sebaiknya sih kalian harus pandai-pandai memanage keuangan, biar nggak keseringan makan mie instan saat akhir-akhir bulan. Selain mie instan, masih banyak lagi makanan yang dicampurkan dengan MSG dan bisa dibilang jika hampir seluruh rakyat Indonesia pernah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG.

Seperti yang kita ketahui bahwa MSG merupakan bahan penyedap makanan yang sering menjadi campuran bahan makanan. Penggunaan MSG sendiri nggak cuma ada didalam makanan siap saji atau yang dijual banyak pedagang makanan saja, namun tak jarang juga ada ibu rumah tangga yang memberikan penyedap rasa ini kedalam masakannya. Meski sudah mengetahui bahyanya bagi kesehatan.

Apa itu MSG?

Bisa dibilang jika tak sedikit orang yang mengetahui bahaya yang ada dalam kandungan MSG bagi kesehatan, akan tetapi masih banyak saja yang menggunakannya maupun mengkonsumsinya dengan sengaja. MSG atau Monosodium glutamat adalah glutamat yang diproduksi dari fermentasi tetes tebu dan pati makanan. Penyedap rasa makanan ini bentuknya sama seperti garam namun terbuat dari sodium dan asam glutamat. Penggunaan MSG sebagai aditif makanan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

MSG memberi rasa umami yang sama seperti glutamat dari makanan lain. Dari segi keamanan sendiri MSG pernah muncul setelah terjadi reaksi buruk yang dilaporkan terkait dengan konsumsi MSG. Sebenarnya MSG masih dianggap aman jika dikonsumsi dalam jumlah moderat. Hanya konsumsi dalam jumlah yang tidak terkontrol yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Banyaknya produsen makanan yang menggunakan MSG sebagai cita rasa karena zat ini mampu menyeimbangkan, menyatukan dan menyempurnakan persepsi total rasa lainnya.

Sejarah Terciptanya MSG

Terkenalnya penyedap rasa ini dalam campuran masakan, tentu saja tak lepas dari si penemunya. Meskipun banyak kotroversi dari penyedap rasa ini, sebab banyak yang mengatakan MSG dapat menyebabkan mual, pusing atau bahkan kanker. Tapi ada baiknya jika kita mengetahui siapa orang dibalik terciptanya penyedap rasa ini.

MSG ataupun yang sering dikenal di Indonesia sebagai micin ternyata ditemukan oleh seorang Prof. Kikunnae Ikeda. Beliau adalah seorang guru besar kimia yang berasal dari Tokyo Imperial University. Prof. Kikunae Ikeda sangat tertarik dengan rasa makanan tertentu, yang rasanya ada di luar 4 rasa utama, manis, pahit, asam dan asin. Untuk mengetahui rasa tersembunyi itu, beliau melakukan penelitian. Dia menemukan bahwa rahasia rasa yang enak itu terdapat dalam kaldu yang didapat dari kombu, yaitu sejenis ganggang laut yang banyak dipakai sebagai bumbu tradisional oleh warga Jepang. Sejumlah besar kaldu kombu dipakai untuk diubah menjadi bentuk kristal yang disebut glutamat.

Beliau mengionisasi asam glutamat sebagai bahan rasa baru pada tahun 1908  dari ganggang laut Laminaria japonica, kombu, dengan ekstraksi air dan kristalisasi dan menamai rasa ini umami. Umumnya garam memang memiliki rasa umami, selain itu ada juga rasa logam tertentu akibat adanya mineral lain dalam garam tersebut. Diantara garam-garam itu, sodium glutamat adalah yang paling mudah larut dan sedap yang mudah dikristalkan.

Kemudian dari penelitiannya, Ikeda pun langsung memberi nama produk monosodium glutamat dan mengajukan paten untuk membuat MSG. Suzuki bersaudara memulai produksi MSG komersial pada tahun 1909 sebagai AJI-NO-MOTO®, yang dalam bahasa Jepang berarti intisari rasa, dan ini merupakan kali pertama monosodium glutamat diproduksi di dunia.

Monosodium glutamat diisolasi oleh Dr. Kikunnae Ikeda pada tahun 1909. Monosodium glutamat sendiri sebenarnya sama sekali tidak menghadirkan rasa yang enak, bahkan sering menghadirkan rasa yang dideskripsikan sebagai rasa pahit dan asin. Pemberian MSG pada bahan makanan yang sesuai dengan konsentrasi rendah, akan membuat makanan tersebut menjadi nikmat yang dapat diterima masyarakat (Kobayashi et al 2002). Namun kemudian Glutamat menjadi bahan penambah rasa yang dipakai di seluruh dunia (Geha & Beiser, 2000).

Makanan Yang Mengandung Micin

Daya pikat MSG untuk melezatkan makanan masih sulit ditangkal. Apalagi bagi penikmat kuliner jaman sekarang. Kesibukan bisa jadi salah satu alasan seseorang jadi kurang perhatian dengan hal tersebut. Alasan lainnya adalah sudah terlanjur jatuh cinta dengan rasa masakan dengan MSG yang memang jauh lebih gurih dan nendang.

Ada beberapa jenis makanan ber-MSG yang masih dicari dan digemari di Indonesia. Salah satunya mungkin adalah makanan favorit Anda.

Mie Instant

Seperti namanya, makanan yang dibuat secara instan ini memang nggak bisa dibohongin lagi kekpopulerannya. Banyak yang tertarik dan menyukai makanan ini karena cara bikinnya yang nggak ribet. Selain itu makanan ini juga menjadi makanan identik yang sangat melekat pada anak kos.

Biasanya anak kos makan mie instan di akhir bulan, dimana isi dompet nggak memungkin kan untuk makan enak, hehe. Namun dibalik banyaknya penggemar mie instan, ternyata menyimpan sejuta bahaya, bahkan bisa sangat mengancam kesehatan. Tak hanya kesahatn saja yang direnggut akibat sering makan mie instan juga bisa meninggal dunia.

Fast Food/Junk Food

Sama halnya dengan mie instan,  junk food juga menjadi makanan yang memiliki sejuta MSG dan garam yang cukup tinggi. Mungkin hal inilah yang membuat makanan ini menjadi favorit banyak orang diseluruh dunia dan juga membuat mereka yang mencicipinya ketagihan.  Salah satu makanan masa kecil yang hits dan ketahuan banget MSG nya adalah keripik lidi dan makaroni. Siapa yang masih ingat?

Bakso

Bisa dibilang makanan ini sangat populer dimanapun berada, bahkan bakso merupakan makanan dengan kandungan MSG nya. Makanan ini juga menjadi semakin populer sejak Obama selaku mantan presiden Amerika yang juga sangat menyukai bakso.

Dan hampir rata-rata mangkok aban gtukang bakso yang memakai merk MSG. Selain pada adonan bakso, kuah mie paling banyak mengandung MSG dan garam. Meski begitu, tetap saja makanan ini paling banyak dicari apalagi pas hujan-hujan. Sebenarnya masih banyak lagi makanan yang dibuat menggunkan MSG, namun ketiga makanan inilah yang paling populer dan paling banyak penggemarnya.

Penyakit Yang Diakibatkan Oleh MSG

Sering mengonsumsi makanan dengan campuran MSG memang tidaklah baik untuk kesehatan, jika pun ingin memakannya, cobalah hanya sekali saja dan jangan menjadikan sebuah kebiasaan. Sebab hal yang akan Anda terima seperti ini:

  • Chinese Restaurant Syndrome (CSRI)
  • Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Autisme serta ADD (attention deficit disorder)
  • Kerusakan Sel Jaringan Otak
  • Alergi
  • Kanker

Nah, mungkin selama ini kalian sudah tahu bahayanya dari terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, tapi banyak juga yang anggap sepele dengan bahayanya ini dan lebih memilih urusan perut ketimbang urusan kesehatan. Sebaiknya guys, mulai sekarang jauh-jauhi deh makanan yang mengandung MSG. Sebaiknya masak dirumah saja dengan penyedap rasa alami yakni garam.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.