circadianshift.net

Nangis Darah, Penyakit Yang Tidak Hanya Sebagai Perumpaan Tapi Benar Nyata

Pernahkah Anda menangis? Pertanyaan konyol seperti itu seharusnya tak perlu dilontarkan, sebab hampir semua manusia di muka ini pasti pernah menangis. Menangis adalah cara manusia mengekspresikan kondisi emosinya. Misalnya ketika sedang bersedih atau marah, semua itu bisa dilakukan untuk meluapkannya.

Jika menangis kita biasa mengeluarkan air berwarna putih, lalu apa yang terjadi jika tiba-tiba air mata berwarna putih berubah menjadi merah darah? Nah, tahukah Anda kalau ternyata menangis darah bukan hanya sebuah perumpaan saja, kondisi seperti itu memang benar adanya.

Nangis darah atau haemoclaria adalah suatu kondisi medis yang bisa menyebabkan seseorang meneteskan air mata darah. Air mata yang dikeluarkan bervariasi, mulai dari tetesan air mata yang berwarna merah darah hingga darah kental yang mengalir dari dalam mata. Lalu, bagaimana bisa nangis darah terjadi? Apa penyebabnya?

Haemoclaria Berhubungan Dengan Menstruasi

Penyebab pasti dan pengobatan kondisi ini masih belum dapat dipastikan, namun diketahui memiliki beberapa keterkaitan dengan tanda dan gejala dari penyakit darah atau tumor.

Salah satu kasus pertama haemolacria yang tercatat dalam rekor medis adalah sekitar abad 16, dimana seorang biarawati Italia mengeluhkan perdarahan lewat kedua matanya saat ia sedang menstruasi. Kemudian, di tahun 1581, seorang dokter menemukan seorang remaja perempuan yang mengeluhkan menangis darah, juga ketika ia sedang menstruasi.

Ilmu pengetahuan modern kini menemukan alasannya. Menurut sebuah studi tahun 1991, haemoclaria okultisme bisa disebabkan oleh menstruasi. Delapan belas persen wanita subur yang diteliti terbukti memiliki kandungan darah dalam kelenjar air mata mereka, sementara probabilitas nangis darah hanya ditemukan sebanyak 7% pada wanita hamil, 8% pada pria dan tidak ada sama sekali pada wanita pascamenopause.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa haemoclaria okultisme disebabkan oleh perubahan hormon tubuh, sedangkan haemoclaria tipe lainnya dapat disebabkan oleh faktor eksternal lain. Saat seseorang menangis darah, dokter akan mencari tanda dan gejala tumor, konjungtivitis atau luka sobekan di mata atau kelenjar air mata sebagai kemungkinan dari haemolacria.

Haemoclaria Bisa Menyerang Siapa Saja

Angka haemolacria belum diketahui dan referensi mengenai kondisi ini masih sangat terbatas. Yang pasti darah yang bercampur air mata itu berasal dari kelenjar air mata (lakrimalis) karena adanya lubang yang mengakibatkan darah masuk ke dalam mata.

Penyebab haemolacria antara lain adalah histeria (emosional berlebihan yang tidak terkontrol), gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, penyakit pembuluh darah (hipertensi atau tekanan darah tinggi), menstruasi, infeksi kelenjar air mata, peradangan di mata, trauma daerah wajah dan tumor (keganasan) di kelenjar air mata. Haemolacria bukan penyakit tetapi suatu gejala dari penyakit yang mendasarinya.

Penanganan haemolacria bergantung penyebab yang mendasarinya. Pada kasus dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, pasien dapat mengalami epistaksis (mimisan) yang dapat menyebabkan keluarnya darah dari mata. Kontrol tekanan darah pada pasien ini akan memperbaiki gejala haemolacrianya. Penyebab lain seperti infeksi dan iritasi keluhan darah yang keluar dari mata membaik setelah infeksinya ditangani secara memadai.

Dalam kasus haemolacria ketika periode menstruasi, gejala ini bisa terjadi karena pengaruh hormon menstruasi atau adanya jaringan rahim (uterus) yang berada di luar rahim dalam hal ini berada di mata, dalam istilah medis penyakit seperti ini disebut endometriosis.

Setiap penderita mengalami menstruasi matanya akan mengeluarkan darah. Penanganan pasien ini hanya suportif dan pada kasus yang pernah dilaporkan oleh ahli mata di Spanyol keluhan tersebut menghilang dengan sendirinya setelah lima tahun.

Haemolacria bukan penyakit namun gejala dari suatu penyakit. Penyebab yang mendasari kondisi ini bermacam-macam dari histeria, infeksi, trauma hingga tumor di kelenjar air mata. Penderita dengan gejala haemolacria membutuhkan pemeriksaan yang menyeluruh untuk mencari penyebabnya. Pada beberapa kasus di luar negeri penderita hanya mendapatkan penanganan suportif karena penyebab yang belum diketahui dan keluhannya menghilang dengan sendirinya.

Berbahayakah Menangis Darah?

Dr. Barrett G. Haik, direktur Universitas Eye Institute Hamilton Tennessee di Memphis, menulis sebuah ulasan medis yang diterbitkan dalam jurnal Ophthalmic Plastic & Reconstructive Surgery mengenai beberapa kasus “nangis darah” spontan. Para penulis menyimpulkan bahwa luka sobekan berdarah adalah kejadian klinis yang tidak umum, namun pada akhirnya akan hilang dengan sendirinya.

Haik menentukan bahwa sepanjang 1992-2003, hanya ada empat kasus haemolacria spontan tanpa penyebab pasti dan terdapat dua kasus yang diketahui penyebabnya saat itu, yang berkaitan dengan sindrom Munchausen dan penyakit penggumpalan darah.

Walaupun begitu, kondisi ini bukanlah kondisi medis yang membahayakan nyawa. Rekan sejawat Haik, James Fleming, menyatakan, seiring dengan pertumbuhan, haemolacria bisa hilang dengan sendirinya. Frekuensi (dan volume) perdarahan akan berkurang, mereda dan berhenti sama sekali seiring bertambahnya usia. “Di semua pasien, nangis darah akhirnya mereda tanpa ada periode lanjutan. Tidak ada kasus kambuhan yang dilaporkan selama periode follow-up dari 9 bulan pertama hingga 11 tahun kemudian,” ujar Haik dan Fleming.

Pada kasus Priya Dias, dokter menemukan penyebab dari kondisi nangis darah yang ia idap, yaitu psychogenic purpura. “Psychogenic purpura juga dikenal dengan sindrom Gardner-Diamond atau autoerythrocyte sensitization atau sindrom memar menyakitkan. Penyakit ini langka dan kurang dipahami. Bisa disebabkan oleh stres dan kecemasan berlebih,” ujar Pradip Saha, kepala Institute of Psychiatry, Kalkuta, yang menangani kasus Dias.

Michael Spann Menangis Darah Tanpa Adanya Tanda-Tanda

Pria muda asal Tennessee, Amerika Serikat, mengalami kondisi kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Tanpa adanya tanda penyakit, dia mengeluarkan darah dari matanya. Kondisi tersebut membuat pria itu seperti “menangis darah”. Bahkan pria itu telah membuat para dokter terbaik kebingungan atas penyakit yang dideritanya.

Pria itu adalah Michael Spann, yang pada usia 22 tahun berjalan dari tangga rumahnya di daerah Antioch, Tennessee. Saat itu, dia merasa sakit yang sangat parah pada kepalanya. Setelahnya, Spann pun sadar, darah segar keluar dari mata, hidung dan mulutnya. “Saat itu aku merasa kepalaku habis dipukul dengan palu yang besar,” katanya.

Kini tujuh tahun berlalu sejak kejadian itu. Sakit kepala dan menangis darah merupakan kondisi rutin yang dialaminya. Paling tidak dalam seminggu, kondisi itu datang sekali atau dua kali. Meksipun tidak memiliki asuransi kesehatan yang memadai, Spann diminta oleh para dokter di Claveland Clinic, Tennessee, untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Namun hingga sekarang, para dokter belum juga dapat menemukan pengobatan yang tepat bagi Spann.

Fenomena menangis darah juga dialami oleh Calvino Inman di tahun 2009. Saat sedang di kamar mandi, dia melihat cermin dan begitu terkejut menemukan darah mengalir dari matanya. “Aku melihat diriku di cermin, dan aku pikir aku akan mati,” katanya. Kemudian dia pun dilarikan ke unit gawat darurat, tetapi dokter belum dapat mendiagnosis penyakitnya. Sejumlah pemeriksaan seperti CT Scan dan MRT (magnetic resonance imaging) dan USG tidak memberikan petunjuk apa pun.

Para ahli pun menamai kondisi yang menjadi misteri selama berabad-abad ini sebagai haemolacria. Di abad ke-16, dokter asal Italia Antonio Brassavola menemukan seorang biarawati yang tidak hanya mengeluarkan darah menstruasi, dia juga mengeluarkan darah dari mata dan telinganya setiap bulan. Sementara itu pada tahun 1951, dokter asal Flandria Rembert Dodoens memeriksa seorang gadis usia 16 tahun yang mengalirkan darah dari matanya.

Dr Barret G Haik, direktur University of Tennessee’s Hamilton Eye Institute di Memphis, menulis tinjauan empat kasus haemolacria yang mengatakan kalau menangis darah merupakan kondisi medis yang sangat jarang terjadi. Akan tetapi biasanya kondisi ini bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Menurut Haik, haemolacria terjadi karena cedera kepala dan trauma lainnya tetapi pada kasus Inman dan Spann, penyebabnya tidak diketahui. “Jika tidak diketahui penyebab aslinya, maka belum dapat dilakukan eliminasi kemungkinan apa pun,” ujarnya.

Sebelum menangis darahnya sembuh, Spann yang berprofesi sebagai artis dan berharap dapat memiliki karier di desain fashion ini masih harus berjuang dalam hidupnya. Pasalnya dia harus kehilangan pekerjaannya begitu penyakitnya kambuh. “Jelas, aku tidak bekerja di tempat umum jika masih mengalami kondisi ini. Aku juga selalu dengar komentar miring tentang diriku dari tetangga. Aku sungguh tak ingin mengalami penderitaan lebih dari ini,” ratapnya.

Pencegahan Terjadinya Mata Berdarah

Mata adalah salah satu organ yang memiliki jaringan yang mudah luka, Iritasi dan muncul peradangan. Peradangan dapat menyebabkan kelainan berupa pecahnya pembuluh darah mata. Cara mencegahnya adalah:

  • Jagalah pola makan anda untuk berfokus pada standar 4 sehat lima sempurna agar terhindar dari peningkatan tekanan darah, pelonjakan gula darah, munculnya glaukoma dan masalah seputar konjungtivis. Kondisi tersebut adalah penyebab mata berdarah yang muncul akibat pecahnya pembuluh darah mata.
  • Kurangi berlama lama berada didepan layar komputer dan hindari aktivitas yang memerlukan tenaga ekstra secara berulang seperti mengangkat dan membawa benda terlalu berat. Sebaiknya gunakan troli atau gerobak kecil sebagai penggantinya untuk antisipasi agar anda terhindar dari pecahnya pembuluh mata.
  • Hindari kondisi lingkungan yang kotor dari polutan udara misalnya jalan raya, dimana tempat tersebut banyak terdapat radikal bebas seperti asap kendaraan, asap rokok dan sebagainya.
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C agar dapat mempertahankan kekuatan pembuluh darah mata dan melindungi jaringan mata dari cedera akibat polutan atau kelelahan atau mengkonsumsi suplemen kesehatan yang diformulasikan untuk menjaga kualitas kesehatan jaringan mata jika memang perlu.
  • Istirahat cukup yaitu 7 sampai 8 jam setiap malam dapat menyehatkan jaringan mata. Mata yang mendapat istirahat cukup dapat memberi kekuatan pada serabut halus dipembuluh darah mata dan meningkatkan daya tahan pembuluh darah mata menjadi lebih baik sehingga tidak mudah iritasi.
  • Jagalah kesehatan mata anda dengan membiasakan menggunakan obat tetes mata sebelum dan sesudah anda melakukan aktivitas rutin, namun obat tetes mata harus dari resep (anjuran ) dokter yang sebelumnya telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mata anda secara individu.

Pertolongan Pertama Yang Harus Dilakukan Ketika Mata Berdarah

Ketika mata nampak memerah dan muncul bintik bintik darah dipermukaan bola mata bagian putihnya anda bisa mengompresnya dengan kantung teh, irisan kentang dan es batu yang dibalut handuk kecil yang sebelumnya direndam pada air dingin.

Pengompresan tersebut setidaknya dapat meredakan intensitas peradangan yang terjadi pada pembuluh mata yang menjadi penyebab mata berdarah. Ingat cara ini hanya bisa dilakukan pada kondisi mata yang mengalami pendarahan ringan misalnya:

  • Karena mata terlalu lelah akibat penggunaan komputer dan kurang tidur
  • Tertular penyakit mata dari orang lain
  • Karena benturan ringan yang tidak menyebabkan mata dan bagian kepala nyeri
  • Akibat menggosok atau mengucek mata terlalu keras
  • karena serangan bakteri yang dihasilkan dari lingkungan yang kotor (radikal bebas)

Jika terjadi pendarahan pada mata yang menyebabkan anda mengalami penurunan penglihatan sebaiknya segera konsultasikan pada dokter yang terkait agar cepat dapat disembuhkan. Pendarahan yang menyebabkan penglihatan berubah dapat disebabkan karena pembuluh darah mata telah mengalami kerusakan parah yang mutlak memerlukan penanganan medis.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.