circadianshift.net

Sering Merasa Hebat dan Terkenal? Nah, Bisa Jadi Anda Mengidap “Star Syndrom”

Tak heran lagi deh kalau saat ini sebutan Star Syndrom terdengar di telinga kita. Ya, sebutan yang satu ini sering dilontarkan kepada mereka yang sudah memiliki fans dan banyak yang mengidolakan mereka. Biasanya syndrom yang satu sering dialami oleh kalangan artis. Nah, reaksi yang diakibatkan oleh Star Syndrom terhadap seseorang yang mengalami adalah merasa hebat dan sombong semenjak dirinya menjadi terkenal.

Salah satu contohnya adalah seperti artis dangdut pendatang baru Via Vallen. Beberapa hari belakangan ini namanya berhembus dikarena menurut netizen dirinya semakin sombong semenjak terkenal. Banyak yang menilai bahwa Via banyak berubah terutama dalam hal kepribadian. Sejak tenar, Via Vallen dituding tak seramah dulu.

Lalu, apa sebenarnya Star Syndrom itu? Bagaimana syndrom seperti bisa menimpa seseorang dan apa saja pemicu yang menyebabkan seseorang terkena Star Syndrom? Nah, untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Star Syndrom?

Di industri musik Indonesia, seseorang tergelincir menjadi terkenal itu banyak. Akibatnya, mereka juga terpeleset pada keadaan keterkenalan yang mengagetkan. “Oh ternyata terkenal itu enak ya,” mungkin begitu pikirnya. Buntutnya adalah semangat ‘Star Syndrome’ menjadi panglima sementara. Syukur-syukur kembali sadar dan mau mengingat jalan terjal untuk naik ke atas. Kalau tidak sadar, yah sudah tidak akan jauh-jauh dari perempuan yang berganti-ganti, meski sudah punya pasangan tetap sebelumnya, keterjerumusan pada lubang narkoba, perilaku yang maunya diistimewakan dan perasaan punya kelebihan yang “luar biasa” sehingga bisa menganggap orang lain yang biasa-biasa saja, sebagai objek tidak penting lagi. Nah, lho ngeri banget kan efek yang akan dirasakan pengidap Star Syndrom. Lantas, seperti apa sebenarnya Star Syndrom itu?

Syndrome itu sendiri adalah gejala atau tanda yang muncul lewat bersamaan dan memberikan tanda yang tidak normal pada hal tertentu seperti tingkah laku emosional dan tindakan sedangkan start itu sendiri maksudnya terkenal. Kata yang sering kita dengar di telinga kita mengenai star syndrome ini memiliki arti yang sangat sederhana yaitu lupa dengan kehidupan masa lalu.

Terdapat sebuah penelitian star syndrome secara luas dapat dibedakan menjadi beberapa diantaranya: Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya yang dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Maka bisa disimpulkan star syndrome itu sendiri adalah gejala ketidak normalan seseorang yang diakibatkan karena merasa terkenal, hebat dan lain sebagainya.

Gangguan yang satu ini biasanya kerap kali dialami oleh kebanyakan artis atau selebriti yang dimana posisinya sangat jelas sudah terkenal, hebat dan tentunya telah memiliki kekuasaan. Tapi tidak hanya artis saja, dari kalangan menengah ke bawah juga bisa mengalami gangguan star syndrome terutama bagi mereka yang baru saja menemukan jati diri dan sebuah kebahagian hingga membuat ia merasa lupa dnegan masa lalunya.

Akan tetapi sebenarnya setiap orang bisa saja mengalami yang namanya Star Syndrome. Namun sayangnya, untuk banyak orang masih keterbatasan atau sulit untuk mengetahui gangguan star syndrome. Untuk mengetahui gangguan tersebut sangatlah mudah. Tanpa disadari ataupun tidak setiap orang akan mengalaminya seperti misalnya ketika di kampus kita menjadi pusat perhatian atau di kantor yang telah memiliki jabatan tinggi secara tidak sengaja akan membuat kita sedikit angkuh, lupa dari mana kita berasa dan susah untuk bergaul.

Kondisi orang yang mengalami star syndrome umumnya mirip dengan orang yang mengalami “waham kebesaran”. Nah, dampak yang akan terjadi pada orang-orang yang terkena star syndrome pada umumnya dirinya sangat melekat dengan persepsi dirinya sebagai bintang. Sehingga ketika terjadi kondisi dimana kebintangannya tercabut, terabaikan atau ada orang yang lebih star dari dia. Maka dia akan rawan mengalami depresi dan bahkan mengalami psikosomatis, yakni seperti penyakit fisik yang disebabkan oleh ketertekanan kondisi psikologis.

Ciri-Ciri Orang Yang Mengidap Star Syndrom

Mereka takut kehilangan kepopulerannya, ini adalah salah satu pemicu utama yang membuat star syndrome. Semakin banyak ia menjadi pusat perhatian maka kepopuleran semakin meningkat. Dengan begitu berbagai usaha akan mereka lakukan agar memberikan yang terbaik. Namun sayangnya ini sering kali membuat dirinya lupa akan masa lalunya atau yang disebut dari Star Syndrome.

Terbiasa di cintai dan menjadi pusat perhatian, ini sebenarnya memiliki keterkaitan dengan penjelasan di atas yaitu populer. Dari kepopulerannya tersebut tentu saja membuat ia menjadi di cintai dan menjadi pusat perhatian semua orang. Dari situlah yang dapat membuat ia merasa terbiasa dan akhirnya ia akan merasa takut jika kehilangan cinta dan pusat perhatian itu. Untuk mempertahankannya ia akan lebih fronal dalam mengekpresakan yang ia mau. Nah, bagaimana sebenarnya ciri-ciri dari penderita Star Syndrom? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Maunya Temenan Sama Anak-anak Yang Eksis Aja

Dulu sebelum dia punya banyak fans, dia ke kantin bareng anda, jajan batagor bareng anda, pulang boncengan sama anda. Tapi setelah dia punya banyak fans, dia mainnya sama yang gaul doang. Anda ditinggalin. Kasian, yaudah anda ngobrol sama kucing aja gih.

Stres Kalo Gak Pake Barang Yang Gak Update

Liat deh, kalo temen anda gelisah karena hapenya belum ganti sama keluaran terbaru, dia udah mulai kena star syndrome tuh. Soalnya dia merasa harus keliatan update terus. Buat dia penampilan nomer satu, karena dia lagi bangun image.

Sering Banget Minta Tolong Ambilin Sesuatu

Bilangnya sih emang minta tolong, tapi kalo keseringan, lama-lama ngeselin juga. Kalo anda punya temen yang kayak gitu, patut dicurigai, kemungkinan besar dia kena star syndrome. Soalnya dia udah mulai berasa drajat dia udah di atas anda. Padahal kan drajat kita semua sama di mata Tuhan

Gak Bisa Kelihatan Jelek Dikit

Kalo anda masih ragu dia kena star syndrome apa gak, coba ajak dia maen comberan, pasti dia gak mau, soalnya dia takut kotor dan takut jadi jelek. Kalo nanti mukanya kucel, dia takut fans-nya jadi ilfil. Lagian anda juga sih, ngajaknya main comberan. Main yang lain dong.

Sering Ke-Geeran

Padahal gak lagi ngomongin dia, eh dia dateng-dateng bilang gini: “Lagi pada ngomongin gue ya?”
Mungkin keliatannya kaya bercanda, tapi kalo dia sering banget begitu bahkan sampe curhat ke anda bilang dia ngerasa diomongin, wah dia kena star syndrome tuh.

Merasa Punya Haters

Hampir mirip sama poin sebelumnya, tapi poin ini lebih lebay. Misalnya temen anda beli mie goreng eh gak taunya dikasih mie rebus sama abangnya yang jual, terus temen anda ngerasa si abang tukang mie goreng itu adalah hatersnya dia. Duh padahal si abang cuma lupa doang.

Memberikan Tanda Tangan Padahal Anda Gak Minta

Kalo ini sih udah jelas banget star syndromenya, malahan nyerempet gila. Jauhin gih, udah aneh banget bagi-bagi tanda tangan padahal anda gak minta. Emang tanda tangannya bisa ditukerin paket hemat di KFC?

Duh, pastinya anda bingung dong kalau udah ciri-ciri seperti itu, cara mengatasi gimananya? Nah, sebenarnya cara yang bisa dilakukan cukup simple kok, seperti di bawah ini.

  1. Yang pertama adalah yakini bahwa kehebatan anda adalah milik Tuhan. Bukan milik anda. Ya kebetulan saja saat momen tersebut Tuhan menitipkan secuil kehebatanNya pada anda.
  2. Yakini bahwa segala film dan berita selebriti adalah dirancang untuk hiburan saja. Bukan untuk wajib diteladani.
    Membiasakan diri selalu rendah hati.
  3. Yakini bahwa setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing. Dan setiap keunggulan ini memiliki masa berlaku sesuai kehendak Tuhan.
  4. Ketika keunggulan yang anda miliki, tercabut atau tersaingi. Yakini bahwa Tuhan pasti memberikan anda peluang yang lain untuk anda tetap bertahan dalam kehidupan ini.
  5. Perbanyak referensi tentang kehidupan dari berbagai strata sosial. Termasuk para orang hebat yang tetap rendah hati.

Via Vallen, Artis Yang Dikait-kaitkan Dengan Star Syndrom

Saat ini karir Via Vallen di industri musik dangdut memang sedang meroket setelah sebelumnya populer dari panggung ke panggung off air. Setelah single miliknya meledak di pasaran Via Vallen pun merilis album nasional perdana bertajuk Sayang. Di tengah kariernya yang sedang naik daun dengan job manggung padat, Via Vallen disebut-sebut mulai terkena star syndrome, sombong dan berlebihan. Ditanya soal itu, Via Vallen pun membantah. “Kalau saya pribadi sih nggak merasa gitu,” ujar Via Vallen.

Via Vallen mengaku selama ini tak pernah sombong dan bersikap wajar, selalu mengingat saat dirinya merintis karir dari bawah. “Kalau dibilang sombong masih sama kayak dulu kok. Masih sama kayak Via yang sebelum terkenal,” ucap Via Vallen. Via Vallen bahkan mengaku menganggap penggemar sebagai keluarga, selalu memberi perhatian dan menjaga tali silaturahmi. “Fans kayak teman aja, keluarga, dan kalau ada waktu senggang pasti Via ngajakin nongkrong,” kata Via Vallen.

Nah, tidak hanya itu saja lho, sebelumnya Via Vallen juga sempat bersitegang dengan Ayu Ting Ting. Penyebabnya adalah karena Reyza Carlos, makeup artist Ayu Ting Ting menuding Via Vallen telah menikah dan punya anak. Perseteruan itu kemudian berujung pada somasi yang dilayangkan Via Vallen kepada Reyza Carlos.

Masalah sempat mereda setelah Reyza Carlos meminta maaf pada Via Vallen. Namun, keduanya kembali sindir-menyindir di media sosial. Situasi pun kembali memanas. Tindakan Via Vallen yang sangat reaktif itu kemudian dinilai sebagai star syndrome. Ditanya pendapatnya mengenai hal tersebut, Nikita Mirzani tak bisa memastikan apakah Via Vallen terkena star syndrome.

“Gue enggak bisa bilang star syndrome juga sih, tapi mungkin wajar ya dia kaget gitu. Itu sih sebenanrya hukum alam, enggak bisa di-salahin,” tandasnya. Soal Via Vallen, Nikita Mirzani mengaku tak kenal dekat. “Gue enggak begitu tahu sih ya. Ketemu di syuting TV sebelah doang, itu juga enggak ngobrol,”tutur Nikita Mirzani.

Nah, untuk itu semoga saja deh segala keunggulan yang anda dapatkan saat ini menjadikan anda semakin rendah hati bagai padi yang makin berisi, makin merunduk. Sekianlah penjelasan Star Syndrom hari ini, semoga dapat bermanfaat.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.