circadianshift.net

Waspada Dengan Bercak Hitam di Tubuh, Bisa Jadi Itu Kanker Melanoma

Biasanya tanpa disadari, kita pasti pernah melihat ada bercak hitam di bagian tubuh. Entah itu tahi lalat, bekas luka atau pun tanda lahir. Nah, akan tetapi tidak semua bercak hitam yang timbul tersebut merupakan hal yang wajar, bisa jadi bercak tersebut merupakan tanda dari kanker melanoma. Memang tidak mudah unutk membedakan bercak hitam normal dengan bercak hitam yang berkembang menjadi kanker melanoma. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali cirinya terlebih dulu.

Seperti yang kita ketahui bahwa kanker merupakan penyakit yang dianggap sebagai penyebab kematian yang paling sering saat ini. Kanker itu sendiri merupakan penyakit yang muncul disebabkan karena adanya pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang kemudian berubah menjadi sel kanker. Di dalam perkembangannya, sel kanker ini bisa menyebar ke bagian tubuh yang lainnya, sehingga dengan begitu bisa menyebabkan kematian.

Sebagian besar masyarakat mengenal kanker sebagai tumor. Namun tidak semua tumor merupakan kanker. Tumor itu sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Kanker itu sendiri adalah istilah yang dipakai untuk jenis tumor ganas. Kanker bisa menimpa siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa serta bisa terjadi pada setiap bagian tubuh termasuk kulit. Seperti organ atau bagian tubuh yang lainnya, kulit juga rentan terkena atau terserang penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit berat. Penyakit berat atau ganas yang menimpa kulit di antaranya yaitu kanker. Kanker kulit itu sendiri memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu kanker melanoma.

Lantas, bagaimana cara mudah mengenali ciri, gejala serta pengobatan kanker melanoma? Nah, untuk mengetahuinya anda harus lebih dulu mengetahui apa itu kanker melanoma, simak terus ya..

Kanker Melanoma

Melanoma adalah jenis penyakit kanker kulit paling serius yang berkembang dengan gangguan sel (melanosit) yang memproduksi melanin pigmen yang menentukan warna kulit. Kebanyakan melanoma terlihat seperti tahi lalat baru, beberapa juga berkembang dari tahi lalat yang sudah ada. Melanoma dimulai dari tahi lalat, menyebar di sekitarnya dan kemudian semakin dalam ke kulit, ke pembuluh darah dan kelenjar getah bening dan terakhir ke dalam hati, paru-paru dan tulang.

 

Melanin inilah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang jarang dan sangat berbahaya. Kondisi ini dimulai dari kulit manusia dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Kemunculan tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada biasanya menjadi pertanda umum atau gejala melanoma. Hal ini bisa terjadi di seluruh tubuh, tapi beberapa bagian tubuh yang sering mengalami kemunculannya adalah:

  • Wajah
  • Tangan
  • Punggung
  • Kaki

Melanoma memiliki bentuk yang tidak beraturan dan lebih dari satu warna. Tahi lalat yang terserang melanoma bisa terasa gatal dan bisa mengalami pendarahan, selain itu ukurannya juga bisa melebihi tahi lalat normal. Untuk membedakan antara tahi lalat normal dan melanoma, daftar ABCDE sudah dikembangkan untuk orang-orang.

Bagaimana Melanoma Bisa Berkembang? Beberapa studi menunjukkan bahwa 50% penderita melanoma stadium lanjut memiliki masalah mutasi genetik yang sama, yaitu BRAF. Selain itu ditemukan bahwa orang yang memiliki keluarga dengan riwayat melanoma berisiko dua kali lipat, terkena masalah yang sama. Ini mendukung teori bahwa ada hubungan antara melanoma dan faktor keturunan.

Biasanya melanoma berkembang di melanosit, yaitu lapisan sel yang terletak antara epidermis dan dermis. Melanosit menghasilkan melanin atau pigmen kulit yang bertanggung jawab untuk menentukan warna kulit dan rambut seseorang dan melindungi kulit dari sinar ultraviolet.

Sayangnya faktor-faktor risiko di atas dapat memicu melanosit untuk menyebar atau membentuk kelompok besar yang terlihat di permukaan kulit. Saat berkembang, biasanya akan membentuk tahi lalat serta bintik gelap di kulit yang disebut solar lentigines. Jika pertumbuhan melanosit terlalu besar, sel ini dapat terdorong ke bawah lapisan dermis. Di mana melanosit dapat dengan mudah memengaruhi pembuluh darah dan sistem limfatik. Jika terjadi, melanosit dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan melanoma ganas.

Melanoma hadir dalam berbagai tahap, sebagai berikut:

Melanoma tahap awal – tahap awal dapat bertahan hingga 5 tahun. Ini merupakan masa di mana melanoma yang baru mulai tumbuh. Ketika terdeteksi pada tahap ini, pasien masih memiliki pilihan untuk mengangkat pertumbuhan tidak normal. Selain itu, pasien juga memiliki kesempatan yang sangat baik untuk sembuh total dari penyakit ini.

Melanoma tahap akhir – melanoma dalam tahap akhir berarti bahwa pertumbuhannya telah menyebar ke dalam dermis. Tanda paling umum adalah lesi yang terangkat dan berbentuk kubah. Hanya butuh waktu beberapa minggu atau bulan bagi melanoma tahap akhir untuk menyebar luas dan menjadi kanker kulit.

Gejalanya

Melanoma itu sendiri bisa berawal sebagai pertumbuhan kulit baru yang berukuran kecil dan berpigmen yang terdapat pada kulit normal. Biasanya melanoma lebih sering tumbuh pada kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari. Namun dari kebanyakan kasus melanoma tumbuh dari tahi lalat yang berpigmen yang kemudian muncul perubahan pada tahi lalat, baik itu ukuran, warna atau bentuknya. Melanoma bisa tumbuh di bagian kulit manapun. Melanoma mudah menyebar ke bagian tubuh yang lainnya bahkan akan terus menerus tumbuh dan menghancurkan jaringan yang ada di sekitarnya.

Jika pertumbuhan melanoma semakin sedikit, maka peluang penderitanya untuk sembuh semakin besar. Namun jika melanoma tumbuh ke dalam kulit lebih jauh, maka akan mudah menyebar ke pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Dalam waktu beberapa bulan atau tahun akan menyebabkan kematian.

Pada tiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda-beda, diketahui perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pertahanan sistem kekebalan tubuh seseorang. Meskipun melanoma sudah menyebar tetapi orang yang memiliki ketahanan atau kekebalan tubuh baik bisa bertahan hidup lebih lama.

Tanda atau gejala yang muncul akan terbentuknya jenis kanker kulit ini yaitu, terdapat bintik atau tahi lalat yang berpigmen dengan warna biru tua atau hitam, yang mana ukurannya akan semakin besar. Adanya perubahan warna pada tahi lalat, terlebih lagi pigmentasi merah, biru, putih yang terlihat di kulit sekelilingnya. Selain itu terdapat perubahan pada kulit di atas bintik yang berpigmen, seperti adanya perubahan bentuk peradangan kulit yang terdapat di sekitar tahi lalat.

Penyebab Melanoma Berkembang

Paparan sinar ultraviolet adalah penyebab utama dari melanoma dan kanker kulit lainnya. Jika seseorang terkena sinar matahari secara intens dan dalam waktu yang lama, ia berisiko tinggi menderita berbagai masalah kulit. Penyebab lainnya adalah pewarnaan kulit (tanning) dalam ruangan, yang sedang menjadi tren beberapa tahun belakangan.

Selain itu, ada faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu perkembangan melanoma:

  1. Warna mata
  2. Warna rambut
  3. Jenis kulit
  4. Adanya bintik-bintik
  5. Memiliki tanda lahir berukuran besar
  6. Kehadiran mol atipikal atau Nevi displastik
  7. Prosedur perawatan yang melibatkan paparan radiasi kimia, seperti kemoterapi
  8. Gangguan autoimun, seperti AIDS dan rheumatoid arthritis
  9. Sedang mengalami masalah medis, pasien yang menderita HPV atau human papillomavirus, limfoma non-
  10. Hodgkin atau endometriosis, antara lain menghadapi risiko lebih tinggi mengembangkan kondisi kulit karena penyakit ini memiliki faktor risiko umum seperti kanker kulit.

Diagnosis Melanoma

Dokter bisa mendiagnosis melanoma setelah melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan merujuk anda untuk menemui dokter spesialis kulit (dermatologi) atau dokter bedah plastik jika mereka mengira anda menderita melanoma. Jadi jika anda melihat ada perubahan pada bentuk tahi lalat, segera temui dokter.

Pada sebagian besar kasus yang ada, jaringan tahi lalat yang dianggap mencurigakan akan diangkat dengan pembedahan dan dipelajari apakah telah menjadi kanker. Proses ini dikenal dengan istilah biopsi. Sedangkan untuk memeriksa apakah melanoma sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, prosedur biopsi nodus sentinel juga bisa dilakukan. 

Tahapan Stadium Kanker Kulit Melanoma

Stadium kanker kulit melanoma terdiri dari empat tahap. Masing-masing tahapan biasanya akan dibagi lagi ke dalam dua sampai tiga bagian. Setiap tahapan stadium melanoma biasanya akan berbeda dengan tahapan lainnya. Semakin besar angkanya, maka penyebaran sel kanker jadi tambah ganas.

Mengapa penting untuk mengetahui tahapan dalam stadium kanker kulit melanoma? Mengetahui stadium bisa membantu anda memutuskan pilihan perawatan medis yang terbaik. Pada tahapan perkembangan sel kanker, dikenal juga tahapan stadium TNM. TNM adalah singkatan, di mana T menjelaskan ukuran tumor, N menjelaskan apakah ada penyebaran sel kanker pada kelenjar getah bening, dan M untuk menjelaskan apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lebih jelasnya soal empat tahap stadium kanker kulit melanoma, simak penjelasan berikut ini.

  • Stadium Melanoma Tahap 1

Tahap 1 adalah tahap awal pada kanker kulit melanoma. Pada tahap ini, melanoma hanya ada di kulit seperti tahi lalat dan tidak ada tanda-tanda akan menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. Tahap 1 ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu tahap 1A dan tahap 1B.

Tahap 1A

  1. Ketebalan melanoma kurang dari 1 milimeter (mm).
  2. Lapisan kulit yang ditutupi tumor belum pecah. Ini berarti tidak ada luka yang terbuka pada kulit.
  3. Tingkat mitosis (menggambarkan jumlah sel yang sedang dalam proses terbagi ke dalam sejumlah jaringan melanoma) kurang dari 1 mm.
  4. Jika menggunakan stadium TNM, maka T1a, NO, M0.

Tahap 1B

  1. Ketebalan melanoma kurang dari 1 mm.
  2. Tingkat mitosis minimal 1 mm biasanya sudah berada pada angka antara 1 dan 2 mm namun belum mengalami luka atau pecah.
  3. Jika menggunakan stadium TNM, maka T1b, N0, M0 dan T2a, N0, M0.
  • Stadium Melanoma Tahap 2

Pada tahap kedua, melanoma hanya ada di kulit dan tidak ada tanda-tanda bahwa kanker sel telah menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya. Tahap 2 ini dibagi ke dalam tiga bagian, 2A, 2B, dan 2C.

Tahap 2A

  1. Ketebalan melanoma 1 sampai 2 mm dan sudah pecah sehingga menimbulkan luka.
  2. Tingkat mitosis antara 2 sampai 4 mm namun belum sampai pecah ataupun luka.
  3. Jika menggunakan stadium TNM, maka T2b, N0, M0 dan T3a, N0, M0.

Tahap 2B

  1. Ketebalan melanoma 2 sampai 4 mm dan sudah pecah sehingga menimbulkan luka.
  2. Tingkat mitosis mecapai ketebalan dari 4 mm namun belum mengalami ulserasi atau pecah.
  3. Jika menggunakan stadium TNM, maka T3b, N0, M0 dan T4a, N0, M0.

Tahap 2C

  1. Ketebalan melanoma sudah mencapai 4 mm dan sudah mengalami luka.
  2. Jika menggunakan stadium TNM, maka T4b, N0, M0.
  • Stadium Melanoma Tahap 3

Pada tahap ketiga ini, sel kanker telah menyebar ke kulit, pembuluh getah bening atau kelenjar getah bening yang dekat dengan melanoma. Hal ini tergantung dari sejumlah faktor termasuk proses ulserasi. Ulserasi adalah saat kulit menutupi melanoma yang pecah. Tahap 3 dapat dibagi menjadi 3A, 3B dan 3C.

Tahap 3A

  1. Kelenjar getah bening yang ada di dekat kulit melanoma telah mengandung sel kanker melanoma.
  2. Kelanjar getah bening belum membesar dan hanya bisa terlihat di bawah mikroskop.
  3. Melanoma anda tidak mengalami ulserasi dan belum menyebar ke bagian tubuh lain.
  4. Jika menggunakan stadium TNM, maka T1- T4a, N1a, M0 dan T1- T4a, N2a, M0.

Tahap 3B

  1. Melanoma anda sudah tampak sebagai luka yang terbuka dan telah menyebar ke antara satu sampai tiga kelenjar getah bening di dekat sel kanker. Namun, kelenjar getah bening tidak membesar dan sel kankernya hanya dapat terlihat di bawah mikroskop.
  2. Melanoma anda tidak jadi luka yang terbuka dan telah menyebar ke antara satu sampai tiga kelenjar getah bening di dekatnya. Karena itu, kelenjar getah bisa saja ikut membesar atau bengkak.
  3. Melanoma anda tidak mengalami ulserasi. Sel kankernya telah menyebar ke bagian kulit atau saluran limfatik (getah bening), namun kelenjar getah bening di dekatnya tidak mengandung sel kanker melanoma.
  4. Jika menggunakan stadium TNM, maka T1-4b, N1a, M0. T1-4b, N2a, M0. T1-4a, N1b, M0. T1-4a, N2b,M0. T1-4a, N2c, M0.

Tahap 3C

  1. Kelenjar getah bening anda sudah mengandung sel melanoma, dan ada sel melanoma di kulit atau saluran getah bening yang dekat dengan melanoma utama.
  2. Melanoma anda mengalami ulserasi dan telah menyebar ke antara satu sampai tiga kelenjar getah bening di dekatnya dan telah membengkak.
  3. Melanoma anda mungkin mengalami ulserasi dan telah menyebar ke empat atau lebih kelenjar getah bening di dekatnya.
  4. Melanoma anda mungkin mengalami ulserasi dan telah menyebar ke kelenjar getah bening.
    Jika menggunakan stadium TNM, maka T1-4b, N1b, M0. T1-4b, N2b, M0. T1-4b, N2c, M0.
  • Stadium Melanoma Tahap 4

Pada tahap 4 ini, melanoma anda sudah masuk ke dalam tahapan stadium melanoma yang paling tinggi. Sel kanker melanoma telah menyebar ke bagian tubuh lain. Organ yang biasanya menjadi penyebaran sel kanker melanoma adalah:

  1. Paru
  2. Hati
  3. Tulang
  4. Otak
  5. Perut

Pengobatan dan Pencegahan Kanker Melanoma

Pengobatan kanker kulit melanoma itu sendiri tergantung kondisi penderitanya. Biasanya penanganan utama untuk mengatasi melanoma yaitu dengan melalui operasi.

Jenis pengobatan atau penanganan melanoma tergantung pada stadium yang diderita oleh penderitanya. Sistem stadium ini digunakan untuk melihat atau menjelaskan perkembangan melanoma itu sendiri, apakah sudah jauh atau sebaliknya. Berikut di bawah ini ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu:

Radioterapi

Radioterapi dilakukan untuk mengangkat nodus limfa setelah melakukan operasi. Selain itu, dilakukan untuk meringankan gejala pada melanoma stadium tinggi. Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan menerapkan radiasi, yang mana dosisnya terkontrol.

Setelah melakukan radioterapi akan muncul efek samping seperti mual, merasa lelah, nafsu makan hilang, ruam-ruam pada kulit dan rambut rontok. Untuk mengatasi efek samping yang terjadi biasanya dokter akan memberikan obat-obatan tertentu.

Imunoterapi

Imunoterapi dilakukan dengan memakai obat yang berasal dari unsur dalam darah secara alami. Dimana pengobatan ini dilakukan agar sistem kekebalan tubuh terdorong untuk melawan melanoma. Obat-obatan yang digunakan akan disuntikan di bawah kulit, ke dalam pembuluh darah atau bisa juga ke dalam gumpalan melanoma. Sama dengan radioterapi, imunoterapi juga menimbulkan efek samping seperti demam, flu, suhu badan tinggi, terasa sakit pada persendian serta merasa lelah.

Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan untuk menangani melanoma yang sudah tersebar ke bagian tubuh yang lainnya. Pada umumnya kemoterapi dilakukan untuk mengurangi gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan akibat melanoma pada stadium tinggi. Untuk membunuh kanker, kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat anti kanker.

Kemoterapi akan menimbulkan beberapa efek samping yang disebabkan oleh pengaruh obat. Efek samping dari kemoterapi di antaranya yaitu, mual dan muntah, lelah, infeksi serta sariawan. Biasanya dokter akan meresepkan obat tertentu untuk mencegah efek tersebut.

Anda bisa menurunkan risiko terkena melanoma dengan menghindarkan kulit agar tidak terkena paparan langsung sinar ultraviolet, baik yang alami maupun buatan, meski kemunculan melanoma tidak selalu bisa dicegah. Salah satu pencegahan melanoma yang mudah dilakukan adalah gunakan tabir surya dan kenakan pakaian yang lengkap untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak.

Nah, sekianlah penjelasan mengenai kanker melanoma. Apabila terdapat kejanggalan, bercak hitam atau gejala seperti di atas pada tubuh, segera konsultasikan pada dokter. Semoga bermanfaat.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.