circadianshift.net

Cold Brew, Metode Baru Dalam Menyeduh Kopi

Sepertinya saat ini semua mata dan lidah penikmat kopi di Indonesia sedang tertuju pada tren Cold Brew, Cold Drip dan Iced Coffe bukan? Yah, bisa dibilang ketiga metode dalam menyeduh kopi tersebut memang bukan hal baru lagi dalam dunia kopi, terutama seperti di zaman sekarang ini.

Nah, dari ketiga metode yang sering digunakan dalam menyajikan kopi, Cold Brew adalah metode yang paling banyak digunakan untuk sekarang ini. Teknik menyeduh kopi hitam dengan air dingin atau air suhu ruang selama 12-24 jam untuk mendapatkan hasil yang optimal memang lagi banyak penggemarnya. Jadi nggak heran deh kalau setiap caffe yang dikunjungin selalu menyediahkan Cold Brew.

Memang sih menyeruput segelas kopi dingin di siang terik jauh lebih menyegarkan daripada secangkir kopi panas. Tapi apakah tren baru ini memang lebih sehat daripada kopi tubruk biasa? Untuk mengetahui jawabannya, silahkan simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Cold Brew?

Kalau kopi bisa diseduh dengan air panas, mengapa tidak dicoba dengan air suhu ruang? Mungkin itulah yang menjadi awal pemikiran para pencipta Cold Brew seperti Toddy dan beberapa perusahaan pembuat alat ini seperti Filtron. Walaupun beberapa metode brewing memerlukan waktu yang cukup lama, tetapi tidak akan pernah menyamai rekor durasi yang dibutuhkan oleh Cold Brew, yaitu selama 12 jam.

Coldbrew (seduh dingin) adalah sebuah metode seduh kopi yang sedang naik daun saat ini. Banyak kedai kopi yang menjajakan kopi ini di gerai-gerai mereka sebagai salah satu menu utama dan begitu pula dengan permintaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Metode ini sebenarnya sudah cukup lama digunakan di negara Jepang sejak berabad-abad yang lalu, namun metode seduh ini sedang terkenal karena konten kopi yang lebih soft dan lebih tasty.

Kopi dengan metode Cold Brew ini memiliki keasaman yang rendah sehingga banyak orang menyatakan bahwa kopi ini memiliki rasa yang cenderung lebih manis apabila dibandingkan dengan kopi-kopi pada umumnya, dengan keasaman yang rendah ini pula umur simpan dari kopi Cold Brew jauh lebih lama (satu bulan) apabila dibandingkan kopi pada umumnya. Cold Brew ini berbeda dengan kopi yang disajikan dengan es (iced coffee). Pada kopi coldbrew ini sama sekali tidak digunakan air panas dan tidak dilakukan pemanasan terhadap si kopi, sementara iced coffee adalah kopi yang sebelumnya diseduh dengan proses pemanasan dan kemudian mengalami penurunan suhu.

Teknik penyeduhan dingin ini akan menghasilkan konsentrat kopi yang pekat. Konsentrat kopi ini bisa diminum langsung sebagai kopi hitam tanpa basa-basi, atau ditambah susu, krimer, gula atau pemanis lainnya untuk meracik kreasi kopi lainnya. Misalnya, cappuccino. Konsentrat Cold Brew Coffee bisa tetap segar hingga dua minggu jika anda simpan di lemari es.

Alatnya terdiri dari sebuah kontainer plastik untuk brewing yang berkapasitas 1.5 liter dan beberapa aksesoris pelengkap seperti pada foto di atas antara lain filter kertas, decanter, filter pad, stopper (foto bawah). Sebenarnya kopi tidak di brew, tapi direndam (soak) yang akan berlangsung selama 12 jam.

Prosesnya tidak seribet seperti seperangkat alatnya yang kesemuanya terbuat dari material plastik, kecuali filter kertas dan serat katun. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah:

  • Pertama adalah memilih grind size yang disarankan sama untuk french press, jadi sangat kasar.
  • Rasio yang digunakan adalah 1 banding 3, satu bagian kopi untuk tiga bagian air, tentu saja bukan hal yang baku dan bisa dicoba untuk proporsi lainnya.
  • Selanjutnya sumbat kontainer karena kita tidak ingin air langsung mengalir ke bawah.
  • Pasang filter pad yang sebelumnya cukup dibasahi agar lembab di bagian dasar kontainer
  • Filtron dilengkapi dengan filter kertas, sebagai penyaring dan agar mudah untuk dibersihkan, tapi sayang cuma diberi dua.
  • Masukan kopi yang telah digiling sesusai dengan takaran, misalnya 500 gram untuk 1.5 liter air.
  • Pasang tutupnya untuk dituangkan air yang telah ditakar. Di tengahnya terdapat lubang sangat kecil yang akan mengalirkan air sedikit demi sedikit ke bagian bawah. Sistem lain seperti Toddy, air langsung dituang ke dalam kopi tanpa proses dripping seperti Filtron.
  • Biarkan hingga 12 jam (boleh dicoba dengan variasi waktu yang lain) dalam suhu ruang.
  • Setelah selesai, buka penutup bagian bawahnya dan letakan di atas decanter. Kopi super pekat akan mengalir, tanpa terlihat adanya lemak.
  • Kalau rasanya terlalu intense atau pekat, tambahkan air, campur es atau susu.

Jenis-Jenis Cold Brew

Gold Edition Gotchicism

Cold Brew keluaran Dutch Lab ini memiliki harga lebih mahal dari rumah dan mobil. Harga untuk Cold Brew Gold Edition Gotchicism ini $20,000 atau kalau dirupiahkan sekitar Rp. 270.320.000. Segitulah jumlah uang yangharus dikeluarkan untuk memilkinya. Tentu saja tidak untuk dikoleksi sendiri. Kecuali kalau anda kaya banget. Barulah untuk dikoleksi. Kalau tidak kaya banget, ya untuk jualan Cold Brew dengan kapasitas yang banyak.

Sekali brew menggunakan Cold Brew Gold Edition Gotchicism itu menghasilkan Cold Brew kopi siap saji sekitar 3000ml. Kalau 3000ml kopi yang dihasilkan, kira-kiranya ya kopi yang digiling dalam sekali Cold Brew itu sekitar 275–300 gram. Bahkan mungkin bisa lebih. Tergantung aturan yang berlaku dan diinginkan.

Black and Gold Edition AKMA

Masih dikulasi dari merk Dutch Lab dengan harga lebih murahan sedikit dari peringkat satu. Mereka menamai Cold Brew ini Black & Gold Edition AKMA. Modelnya tetep ya super mewah dan tetap bikin pengen punya ketika melihatnya. Kapasitas kopi yang dihasilkan untuk disajikan sama halnya dengan peringkat pertama, yaitu 3000ml kopi. Yang membedakan hanya model dan metarial pembuatnya.

Berapa harga yang wajib dikeluarkan untuk memiliki Ducth Lab Black & Gold Edition AKMA ini. Hanya $17,000 saja. Alias sekitar Rp. 229.772.000 rupiah. Haissshhh! Masih masuk akal yah. Seharga mobil Toyota Veloz 2017.

Steampunk Edition Gothicism

Cold Brew termahal ketiga ditempati, tentu saja masih dari Dutch Lab dengan model didominasi warna hitam alias bertemakan gotik dari Steampunk Edition. Dari model ini dihasilkan kapasitas kopi hasil Cold Brew yang lebih dari cukup, yaitu 3000ml. 3000 ml itu cukup untuk serving Cold Brew kopi sekitar 20 gelas 150ml. Kalau di kedai mewah atau medium to high buat nongkrong anak gaul berduit, ya bisa dikenakan harga 35-40 ribu/gelas. Jadi sekali brew dari Steampunk Edition Gothicism ini bisa menghasilkan Rp. 700–800 ribu.

Untuk bisa mendapatkan uang hasil penjualan sebanyak itu, anda harus merelakan uang melayang sekitar $7,300 atau jika dirupiahkan ya Rp. 98.625.300. Lumayanlah, seharga Avanza bekas tahun 2012 kalau kondisinya mulus.

Steampunk Edition AKMA

Semakin ke bawah harganya semakin masuk akal yah. Masih dari brand Dutch Lab. Kopi yang dihasilkan dari brewer ini 3000ml. Masih banyaklah untuk memenuhi kebutuhan peminum Cold Brew yang belum begitu sengehaitss hot manual brew. Harganya pun mulai tidak begitu mencolok mata, meskipun tetap bisa dibilang mahal kalau buat saya mah. Harganya berada di area $5,200 atau kalau dikoversi ke rupiah itu sekitar Rp. 70.272.800.

Steampunk Edition Saint AKMA

Namanya sesuai dengan modelnya. Bersih putih bening dan kaya malaikat mungkin ya. Itulah sebabnya diberi nama Saint Akma. Hasil kopinya pasti seenak surga kalau begini nih. Harga yang ditawarkan pun sama dengan Steampunk Edition AKMA, yaitu di harga $5,200 atau Rp. 70.272.800 rupiah. Saya sih tetap belilah. Kapasitas kopi yang dihasilan pun sama-sama 3000ml. Beli Cold Brew peringkat empat dan lima, kemudian bisa menyediakan sekitar 6000ml kopi dingin per hari. Mantap kan?

Special Customized Eiffel

Bentuknya lebih sederhana. Sesuai namanya, yaitu Eiffel. Maka bentuknya ya sama kaya menara Eiffel. Kapasitasnya pun hanya bisa menghasilkan kopi Cold Brew sebanyak 2000ml. Masih cukup banyak. Bisa diestimasikan mampu menyediakan sekitar 13 gelas Cold Brew per hari dengan hasil penjualan sekitar 455–520 ribuanlah.

Akan balik modal sesegara mungkinlah. Soalnya harga untuk Special Customized Eiffel ini berada di angka $5,000 alias Rp. 67.570.000. Cobalah kalian hitung, kira-kira dengan harga 67.570.000 dan menghasilkan kopi Cold Brew 2000ml dengan estimasi penjualan 455–520 per hari itu di hari ke berapa kalian bisa BEP. Silakan hitung sendiri.

Steampunk Edition Basic

Model ini sangat cocok buat anda yang mencari kapasitas banyak dengan harga minim. Kenapa? Karena dengan model ini seharga $4,100, anda tetap bisa mendapatkan kopi sebanyak 3000ml. Hanya saja modelnya tidak serumit model-model sebelumnya. Yah, mungkin itulah kenapa namanya disebut Steampunk Edition Basic. Oh ya, kalau dirupiahkan harganya sekitar Rp. 55.407.400. Okeh banget kan harganya.

Hario Water Dripper WDW-20

Setelah terpesona dengan Cold Brew dari Dutch Lab, kali ini beralih sejenak ke negeri Sakura yang memiliki brand ternama untuk urusan perlengkapan kopi. Apalagi kalau bukan Hario. Jadilah posisi ke delapan Cold Brew termahal ditempati Hario Water Dripper WDW-20 dengan kapasitas kopi yang dihasilkan sebanyak 2000ml. Bahkan di Hario ini ditentukan bahwa dari 2000ml ini bisa disajikan sekitar 20 gelas kopi Cold Brew.

Ya bisalah, cuma harga per gelasnya kurangin dikit. Yang tadinya 35–40 ribu/gelas, maka kalau 100 ml/gelas dikasih harga 30 ribu saja yah. 30.000 x 20=600.000/brew/hari. Asik kan kalau hitung-hitungan ngayal untung. Untuk bisa memiliki Hario Water Dripper WDW-20, anda cukup melepehkan uang dari dompet sekitar Rp. 38.020.000. Gimana? Jadi galau kan mau beli yang mana.

Perbedaan Cold Brew, Cold Drip dan Iced Coffee

Kopi-kopi yang diseduh dingin seringkali memusingkan mereka yang tidak terlalu tahu. Bagi yang sedang menjajaki dunia kopi atau bagi mereka yang barangkali sedang mengenal kopi lebih dalam, sering kebingungan dengan jenis ketiganya. Ketiga minuman seduh dingin ini memang serupa, tapi tak sama. Nah, sebelum ntar jadi kebalik-balik, simak perbedaannya di bawah ini.

Meski namanya mengandung kata “dingin”, Cold Brew Coffee, Cold Drip dan Iced Coffe adalah jenis minuman yang berbeda. Membuat segelas es kopi perlu waktu yang lebih cepat daripada menyeduh kopi Cold Brew. Es kopi diracik dengan bubuk kopi yang dilarutkan pakai air panas dan ditambahkan es batu setelahnya agar dingin. Konsentrat kopi Cold Brew didapatkan dari merendam bubuk kopi hitam dengan air dingin atau air suhu ruangan.

Teknik yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda pula. Espresso panas yang dijadikan dasar es kopi harus diproses lebih kuat agar rasa dan aromanya tak mudah pudar setelah diencerkan dengan es. Metode seduhan air panas inilah yang memberikan kopi hitam (baik panas maupun ditambah es) rasa dan aroma pahit yang kuat khas kopi pada umumnya.

Sementara itu, Cold Brew membutuhkan waktu hingga 18-24 jam untuk menghasilkan konsentrat. Proses yang mirip dengan infused water ini menghasilkan rasa dan aroma yang lebih halus. Inilah yang menyebabkan kopi Cold Brew terasa lebih manis. Konsentrat ini juga bisa dihidangkan dingin-dingin dengan batu es tanpa harus takut kedapatan rasa yang terlalu tawar karena keenceran. Untuk alasan ini, pembuatan kopi akan pakai metode Cold Brew yang umumnya dianggap sebagai metode terbaik untuk meracik kopi dingin.

  • Cold Brew

Cold Brew dibuat dengan memakai metode “perendaman” selama minimal 8 jam. Untuk menyeduh (brewing), yang digunakan umumnya adalah air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Ini jugalah yang membedakan Cold Brew dengan kopi biasanya, kopi Cold Brew tidak pernah terkena paparan (suhu) panas sehingga tidak ikut mengekstraksi karakter acidity dari kopi. Selain itu, hasil Cold Brew pun cenderung dirasa lebih ringan dan istimewa.

Cold Brew menggunakan faktor lamanya durasi atau waktu ketimbang suhu panas untuk mengekstraksi kopi. Dan level gilingan yang umumnya dipakai dalam metode ini adalah medium-to-coarse. Sekarang sudah banyak alat-alat yang diproduksi untuk membuat kopi cold brew, jadi nggak hanya didominasi oleh Toddy saja.

  • Cold Drip

Cold drip dibuat dengan metode tetesan. Jika Cold Brew bisa diseduh dengan memakai alat-alat manual brew yang umum ditemui seperti French press atau Eva Solo, maka Cold Drip ini memakai alat khusus yang memang didesain eksklusif untuk metode dripping. Alat khusus untuk Cold Drip biasanya terdiri dari (minimal) 2 tabung utama, satu tabung yang berada paling atas untuk tempat ekstraksi kopi (yang akan diteteskan) dan satu tabung bagian bawah untuk menampung hasil seduhannya. Level gilingan kopi yang dipakai umumnya adalah coarse.

Nah, bedanya lagi dengan Cold Brew, kita tidak bisa mematok seberapa lama minimal waktu ekstraksi, namun lebih kepada seberapa cepat tetesan cairan kopi akan mengalir. Bisa dibilang, ekstraksinya selesai begitu kopi pada tabung bagian atasnya habis. Btw, pada alat-alat Cold Drip biasanya ada pengatur khusus untuk menyetel tetesannya apakah mau setiap 3 detik, 5 detik dan seterusnya. Karena memakai sistem dripping, Cold Drip pun dirasa lebih intens dan sedikit lebih kuat dari Cold Brew.

  • Iced Coffee

Membuat Iced Coffee cukup gampang, hampir sama dan bahkan sama dengan menyeduh ala manual brew seperti biasanya. Setelah seduh biasa dengan air panas, maka kopi yang tadi akan didinginkan dengan menambahkan es batu lagi ke dalamnya atau bisa juga dengan memakai cara ala Japanese Iced Coffee, yaitu menyeduh langsung ke atas server yang sudah ditambahkan es batu di dalamnya.

Karena diseduh seperti manual brew lazimnya, metode ini pun menggunakan air panas, namun dengan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Rasa yang didapat umumnya sedikit lebih bitter dan lebih full bodied dibandingkan dengan Cold Brew.

Lebih Sehat Mana? Kopi Hitam Biasa atau Cold Brew Coffee?

Kopi tubruk, espresso maupun Cold Brew coffee pada dasarnya adalah kopi hitam biasa. Yang berbeda hanya teknik pembuatannya. Oleh karena itu, baik secangkir kopi hitam tradisional maupun secangkir konsentrat Cold Brew bisa dibilang sama-sama hampir nol kalori dan tak memiliki nilai gizi berarti. Secangkir kopi hitam dan konsentrat kopi Cold Brew yang disajikan tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat. Nilai gizi dari kesemua versi minuman ini baru berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis.

Selain itu, rasa kopi Cold Brew tidak seasam kopi tubruk tradisional. Kopi yang “diseduh” pakai air dingin ini memiliki kadar pH 6,31, berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48 pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam zat tersebut. Ini berarti kopi Cold Brew bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk memuaskan keinginan ngopi bagi orang-orang yang punya masalah pencernaan, seperti maag atau refluks asam lambung, jelas Joan Salge Blake, RD,associate associate klinis di Boston University dan penulis Nutrition and You, dilansir dari Health.

Selain itu, makanan atau minuman yang rendah asam telah dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, seperti mendukung kesehatan tulang, mengurangi hilangnya massa otot, menjaga kesehatan jantung dan memori hingga mengurangi tingkat keparahan atau kejadian hipertensi dan stroke, menurut sebuah artikel di Journal of Environmental and Public Health.

Akan tetapi kopi yang terbuat dari konsentrat Cold Brew tergolong lebih tinggi kafein daripada kopi hitam yang diseduh air panas. Satu cangkir kopi hitam yang diracik dengan air panas mengandung sekitar 62 miligram kafein, sementara kafein dalam konsentrat kopi Cold Brew pada umumnya hanya berkisar 40 miligram. Oleh karena itu, orang-orang yang sensitif terhadap kafein mungkin harus lebih mengendalikan konsumsi Cold Brewnya agar tidak “menyiksa” tubuh.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai Cold Brew, metode baru untuk menikmati kopi. Semoga saja penjelasan di atas bisa bermanfaat untuk anda semua. Terima kasih.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.