circadianshift.net

Dianggap Menjijikan, Ternyata Susu Kecoa Memiliki Kandungan Protein Tinggi Yang Baik Untuk Tubuh

Kecoa adalah salah satu binatang menjijikan yang hampir tidak disukai oleh banyak orang. Akan tetapi siapa sangka kalau ternyata binatang yang dianggap menjijikan ini justru memiliki kandungan protein yang tinggi yang pastinya sangat baik untuk tubuh. Protein yang didapat bukan dengan memakan langsung kecoa, melainkan dengan memanfaatkan susunya. Susu kecoa? Yah, mungkin susu jenis ini belum familiar ditelinga kita karena baru saja diungkapkan oleh penelitian.

Seperti yang diketahui bahwa susu merupakan satu jenis minuman yang tergolong sehat. Hal ini karena susu mengandung sejumlah nutrisi seperti vitamin, protein dan lainnya. Biasanya susu yang kita konsumsi sehari-hari berasal dari jenis hewan seperti sapi dan kambing, bahkan bisa juga berasal dari kedelai.

Lalu bagaimana dengan susu kecoa? Nah, sebelum anda mual dan muntah, sebaiknya simak dulu penjelasan dari tim gabungan peneliti India, Perancis, Jepang, Kanada dan National Institutes of Health (NIH) di Amerika di bawah ini untuk mengetahui bagaimana kecoa dapat memroduksi susu, akan tetapi mari terlebih dulu kita lihat pengertian kecoa.

Pengertian Kecoa

Kecoa adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub. Kecoa juga termasuk hewan purba. Banyak ahli yang mengatakan bahwa kecoa telah hidup di bumi 300 juta tahun yang lalu.

Keberadaan kecoa sejak jaman purba itu dibuktikan dengan temuan fosil. Fosil kecoa yang tertua diidentifikasi dari periode Carboniferous diakhir periode Devonian sekitar 354-295 juta tahun lalu. Walau pun bentuk kecoa purba ini lebih mirip belalang. Seandainya itu tidak cukup kuat, maka ada lagi fosil kecoa yang mirip dengan bentuk kecoa modern. Berdasarkan uji umur, fosil ini diperkirakan dari masa awal Cretaceous (sekitar 145-4 juta tahun lalu).

Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica dengan panjang ±1½ cm dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini. Kecoa adalah makhluk omnivora seperti manusia.mereka memakan sesuatu yg telah mati atau benda benda yang tidak bergerak yang kebanyakan adalah bahan bahan organik. makanan favoritnya adalah buah dan sayuran yang telah membusuk.

Ya, kecoa adalah serangga perombak bahan organik dan amat menyukai bahan-bahan yang berbau tajam (mungkin juga busuk atau sedang mengalami proses pembusukan). Ciri kecoa amat khas, yaitu bertubuh pipih, kepala nyungsep di bawah pronotumnya yang melebar, berwarna coklat, antenanya panjang dan kakinya ditumbuhi duri-duri. Pernah dihinggapi kecoa? Bagaimana rasanya? Dijamin, anda pasti langsung jijik sekaligus geli.

Jumlah spesies kecoa cukup beragam: hingga kini tercatat lebih dari 4.500 spesies kecoa telah diidentifikasi. Kecoa yang digolongkan ke dalam ordo Blattaria ini dapat dibagi menjadi lima famili, yaitu Cryptocercidae, Blattidae, Blatellidae, Blaberidae dan Polyphagidae.

Kecoa adalah serangga yang bermetamorfosis secara sederhana, yaitu akan melewati tahap hidup telur, nimfa (kecoa muda yang mirip dengan induknya, kecuali sayapnya belum berkembang), kemudian menjadi kecoa dewasa. Kecoa betina membawa sekumpulan telur di dalam sebuah kantung telur(ootheca) yang digendongnya di ujung abdomennya. Kemampuan reproduksi kecoa cukup tinggi. Spesies Periplaneta americana misalnya, sanggup bertelur sebanyak kurang lebih 700 butir per tahun.

Seperti lazimnya organisme pemakan bahan organik, kecoa membutuhkan organisme simbion berupa bakteroid yang hidup nyaman di mycetocytes di dalam jaringan lemak tubuh dan mereka terikat saling menguntungkan (simbiosis mutualistik). Bakteroid ini memperoleh perlindungan di dalam tubuh kecoa, sedangkan bakteroid menyediakan vitamin yang dibutuhkan oleh kecoa. Contoh endosimbion kecoa adalah Blattabacterium yang menghuni Badan Lemak kecoa genusCryptocercus.

Bagi manusia kecoa adalah serangga yang berbahaya. Beberapa spesies kecoa diketahui menularkan penyakit pada manusia. Misalnya, kecoa Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Asia (B. asahinai) dapat menularkan patogen Toxoplasma gondii yang dapat menular melalui hewan ternak/peliharaan. Di samping itu, kecoa juga membawa Salmonella dan E.coli yang menjadi pencemar makanan yang menyebabkan keracunan makanan dan diare.

Pengendalian kecoa gampang-gampang susah karena beberapa penelitian telah menunjukkan gejala perkembangan resistensi pada beberapa spesies setelah disemprot dengan pestisida. Artinya, kemampuan adaptasinya terhadap tekanan lingkungan cukup baik. Salah satu strategi termudah adalah menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan juga kering karena kelembaban udara juga menjadi pemikat kecoa untuk singgah. Tetapi bagaimanapun juga, beberapa spesies kecoa mempunyai beberapa fungsi yang secara ekologis menguntungkan.

Diploptera Punctata, Jenis Kecoa Yang Memproduksi Susu Berprotein

Sudah sejak lama negara Asia, khususnya China memanfaatkan kecoa sebagai pengobatan. Belakangan kecoa diternakkan khusus untuk dijadikan camilan dan obat. Sekitar 10 tahun lalu, peneliti menemukan bagian tengah saluran pencernaan kecoa jenis Diploptera punctata mengandung kristal protein susu. Kecoa ini adalah satu-satunya kecoa vivipar yang juga berkembang biak dengan cara melahirkan selain bertelur.

Seperti halnya mamalia, kecoa Diploptera punctata harus ‘menyusui’ anaknya. Susu tersebut rupanya mengandung kristal protein yang bergizi tinggi. Tiap kristal diperkirakan mengandung lebih dari 3 kali jumlah energi yang ditemukan dalam rata-rata produk susu sapi kebanyakan. Meski begitu tentu sulit memerah susu dari kecoa.

Karenanya sebuah tim peneliti internasional mencari cara mendapatkan kebaikan susu kecoa menggunakan pilihan yang paling mungkin. Dalam studi yang dipublikasikan jurnal International Union of Crystallography bulan Juli, peneliti mengungkap keberhasilan mereka mengurutkan gen yang bertanggung jawab memproduksi kristal protein susu dalam usus kecoa. Terobosan ini mengartikan kristal bisa diproduksi in-vitro atau dihasilkan dari laboratorium, memungkinkan susu kecoa diproduksi massal.

Subramanian Ramaswamy selaku pemimpin penelitian mengatakan susu ini merupakan makanan komplet tinggi kalori. Penting diingat bahwa sumber protein padat ini tidak cocok untuk mereka yang ingin turunkan berat badan atau mereka yang konsumsi kalori hariannya sudah tinggi. Tetapi bagi mereka yang berjuang mendapat jumlah kalori harian, kristal protein susu dari kecoa ini bisa jadi cara cepat dan mudah mendapat kalori dan nutrisi.

“Proteinnya sangat stabil. Bisa menjadi suplemen protein luar biasa,” ujar Ramaswamy. Hingga sekarang belum ada rencana membuat susu kecoa menjadi produk komersial. Tetapi peneliti berencana menggunakan sistem ragi untuk mencoba memproduksi kristal secara massal. Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan susu seiring berkembangnya populasi. Banyak pihak berspekulasi serangga termasuk kecoa akan segera menjadi bagian pola makan banyak orang. Karena dunia kini berjuang di bawah tekanan produksi makanan konvensional.

Apa Yang Terkandung Dalam Susu Kecoa?

Para pakar serangga telah lama mengetahui bahwa spesies kecoa satu ini memproduksi makanan cair. Tapi mereka hanya berpikir makanan cair ini hanya melalui proses pencernaan sederhana seperti biasanya.

Ternyata, setelah bayi-bayi kecoa menelan ‘ASI’-nya, cairan ini mengkristal di dalam perut mereka. Tim peneliti menganalisis kristal susu ini dan mereka kagum dengan apa yang mereka temukan: susu kecoa adalah salah satu zat yang paling bergizi di Bumi. “ASI” kecoa ini, menurut temuan para peneliti, diperkaya oleh lemak, semua asam lemak esensial, lipid, gula, karbohidrat dan protein.

“Kombinasi kandungan nutrisi ini adalah kombinasi tepat yang dibutuhkan oleh manusia,” ujar Leonard Chavas, salah satu peneliti. Lanjut Chavas, sebuah kristal susu tunggal dari kecoa kumbang Pasifik memiliki tingkat energi tiga gali lipat dari susu kerbau dengan jumlah yang setara. Kerbau, sebelumnya menduduki peringkat pertama sebagai hewan yang memproduksi susu dengan protein dan kalori tertinggi.

Yang lebih mengejutkan mungkin adalah mekanisme pelepasan susu itu sendiri, yang memungkinkan kristal-kristal susu ini dapat melepaskan protein pada tingkat yang sama dengan kecepatan tubuh Anda mengonsumsinya. Terlebih lagi, kristal-kristal ini (termasuk juga insulin) mengambil bentuk sedemikian rupa dalam tubuh untuk memungkinkan metode penyimpanan yang lebih mudah, hal ini bisa memiliki potensi untuk konsumsi manusia.

Kombinasi pelepasan susu yang diatur sedemikian rupa yang disertai dengan kandungan nutrisi dan energi tinggi dari susu itu sendiri dapat menjadikan susu kecoa sebagai suplemen yang ideal bagi para atlet untuk memulihkan diri setelah menjalani latihan intens.

Seperti Apa Rasanya?

Mengutip NPR, ketika ditanya apakah susu kecoa yang super bernutrisi ini bisa menjadi salah satu makanan pokok manusia di masa depan, Subramanian Ramaswamy, ketua peneliti sekaligus seorang biokimiawan dari Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine di Bangalore, India, mengatakan ia tidak meragukan potensinya.

Ramaswamy mendeskripsikan rasa dari susu kecoa (percayalah, ia sudah pernah mencicipinya) bisa dikatakan tidak seperti apapun, tawar. Anda bisa, menaburkan kristal-kristal ini ke dalam cangkir kopi hangat favorit atau mangkuk sereal sarapan anda dan tidak mengetahui apa yang membedakannya.

Apakah Susu Yang Dihasilkan Aman Untuk Manusia?

Jadi apakah susu kecoa bisa masuk pasar kompetitif dari makanan sehat yang sudah dirajai oleh sapi, kambing, almond, beras, hingga santan? Menurut para peneliti, tidak semudah itu. Pertama, pada teorinya, susu kecoa bisa saja dikonsumsi manusia. Namun peneliti masih belum memiliki cukup bukti bahwa susu ini benar aman untuk dikonsumsi manusia. Kedua, tidak mudah untuk memerah kecoa, yang jumlahnya terbatas, untuk mendapatkan cukup kristal susu yang bisa memenuhi kebutuhan pasar dunia. Ketika, kecoa merupakan “merek” yang buruk untuk bisnis. Siapa sih, yang benar-benar mau minum segelas minuman energi yang dilabeli “susu kecoa”?

Susu kecoa, sejauh ini dan jika pernah ada paling mungkin direalisasikan bukan melalui proses perah kecoa hidup, namun melalui proses ragi buatan. Ragi buatan telah umum digunakan dalam industri makanan untuk meghasilkan pemanis sintetis, misalnya.

Manfaat Lain Kecoa Bagi Kehidupan Manusia

Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa kecoa memang kecoa sangat menyukai tempat-tempat kotor dan lembab sehingga jika ada bagian rumah anda yang jarang dibersihkan dan memiliki kelembaban yang tinggi maka jangan heran jika kecoa bersarang di sana. Oleh karena itu kecoa sangat dimusuhi oleh manusia dan dianggap tidak berguna. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kecoa yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Sebagian anda mungkin tidak percaya namun berikut beberapa manfaat kecoa yang telah terbukti memberi manfaat bagi kehidupan manusia:

  • Bahan Pembuatan Obat

Manfaat kecoa berikutnya, disebutkan jika di tubuh kecoa itu ada sistem saraf dan otak yang memiliki senyawa kimia tertentu yang dapat membunuh bakteri, karena bersifat racun untuk bakteri berbahaya. Hal ini dimanfaatkan bidang farmasi dalam pembuatan antibiotik tertentu untuk membunuh bakteri. Sekali lagi, kecoa harus diolah bukan dimakan mentah-mentah, karena tidak tahu apa akibatnya jika Anda mengkonsumsi kecoa mentah-mentah, dan jangan coba-coba, karena itu tubuh anda.

Untuk teori di atas memang masuk akal. Coba anda analisa penjelasan ini, kecoa itu tumbuh pada daerah kotor, di mana banyak bakteri yang merugikan. Nah, tentu saja serangga ini harus memiliki cara tersendiri sebagai perlindungan diri dari aneka mikro organisme supaya mereka dapat bertahan hidup. Karena itu, maka tubuh kecoa memproduksi senyawa kimia tertentu yang berfungsi untuk melawan ragam bakteri merugikan.

Apalagi kecoa ini termasuk serangga yang tak ada harganya dan jumlahnya bisa sangat banyak. Jika bisa dimanfaatkan dalam pembuatan antibiotik, tentu saja ini merupakan kemajuan pesat bagi dunia farmasi. Karena perusahaan farmasi bisa menghemat pengeluaran dalam jumlah banyak, sebab memanfaatkan kecoa itu murah sekali. Walaupun kemungkinan ke depannya, jika semakin banyak yang memburu kecoa, harganya bisa meningkat lebih tinggi. Tetapi mengingat jumlah serangga ini yang cukup banyak, kemungkinan hal tersebut akan sulit terjadi, dan harga kecoa tetaplah murah bahkan mungkin gratis. Karena semua orang pasti ingin menyingkirkan kecoa yang bau dari sekitar mereka, apalagi jika bisa menghasilkan uang.

  • Dijadikan Lauk Atau Cemilan

Kecoa dimakan? Duh, lihatnya aja udah jijik apalagi mau dimakan. Kenyataannya tubuh kecoa memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Ada beberapa jenis kecoa yang boleh dan aman dikonsumsi. Selain itu kecoa juga tidak boleh dimakan mentah, harus diolah dengan benar terlebih dahulu agar tidak justru membahayakan kesehatan.

Olahan yang paling populer adalah kecoa goreng yang garing dan renyah sehingga cocok dijadikan cemilan. Bisa juga menjadi lauk yang dimakan bersama nasi. Di luar negeri seperti di Cina kecoa goreng adalah jajanan yang lumrah. Selain kecoa serangga lain yang juga dapat dimakan diantaranya belalang dan jangkrik. Selain enak dan garing kedua serangga ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Diketahui ada 5 manfaat belalang goreng dan 8 manfaat daging jangkrik bagi kesehatan tubuh.

  • Dijadikan Pupuk Tanaman

Untuk manfaat kecoa yang ketiga tidaklah terlalu menjijikkan karena kecoanya dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan bukan dimakan oleh anda. Anda tahu jika kecoa itu memiliki kebiasaan memakan sisa makanan maupun sampah organik yang mengandung nitrogen cukup banyak. Karena itulah nitrogen akan berkumpul dalam tubuh kecoa dan apabila nitrogen tersebut dimasukkan dalam tanah, maka kecoa otomatis menjadi pupuk organik dan dapat membantu proses pertumbuhan tanaman supaya lebih subur.

  • Dijadikan Bahan Pembuatan Make-up

Sebuah perusahaan di China berencana mengolah kecoa menjadi bahan baku untuk produk kosmetik. Hal ini dikarenakan serangga tersebut merupakan sumber protein yang murah dan mudah diperoleh. Kecoa yang digunakan sebagai bahan baku produk kecantikan itu tentu saja bukan sembarangan. Mereka akan menggunakan kecoa dengan jenis Periplaneta Americana. Binatang jenis itu berwarna coklat kemerahan. Kira-kira ukuran tubuhnya sekitar 1,6 sentimeter. Penggunaan kecoa untuk produk kecantikan ini dianggap menjadi bisnis yang menguntungkan di China. Tak hanya di negri ginseng saja, melainkan juga di Amerika Serikat.

Untuk mendapatkan binatang yang menggelikan ini, perusahaan mendapat suplai langsung dari salah satu peternakan khusus kecoa, yang menghasilkan hingga US$ 10.000 per tahun atau Rp 114 juta untuk pemiliknya. FDA (BPOM AS) pun telah mengeluarkan aturan agar perusahaan kosmetik yang menggunakan kecoa sebagai bahan dasar produk mereka, harus mencantumkan keterangan penggunaan itu. Tak perlu takut atau khawatir jika dalam produk kosmetik yang digunakan tercantum kecoa sebagai salah satu bahan dari kosmetik tersebut. Karena proses pembuatannya sudah terjamin.

  • Memiliki Peran Esensial Dalam Kelangsungan Ekosistem

Di tengah reputasinya yang super jorok tersebut ternyata binatang ini mempunyai manfaat dan konstribusi yang sangat positif terhadap lingkungan. Hal ini diungkap peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat.
Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu.

“Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman,” papar Kambhampati seperti dikutip Huffington Post belum lama ini. “Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya,” lanjut Kambhampati.

Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai kandungan protein yang terdapat dalam susu kecoa, semoga bisa bermanfaat.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.