circadianshift.net

Dikenal Membosankan, Ternyata Musik Klasik Dapat Tingkatkan Intelegensia Pada Anak

Apa yang kalian pikirkan jika kalian mendengar musik klasik? Jelas kalian akan serentak menjawab bahwa itu adalah jenis musik yang sangat amat membosankan untuk didengarkan, musik orang elit atau bahkan musik kuno. Nggak heran jika kalian menjawab seperti itu, apalagi untuk era sekarang ini, yang hampir semua kaumnya menyukai musik bergenre pop ketimbang klasik. Nah, terlepas dari itu semua, musik klasik justru memiliki dampak yang baik untuk anak-anak, khususnya intelegensia pada bayi bahkan janin.

Alunan musik yang katanya membosankan tersebut sekarang ini dipercaya dapat menjadi terapi yang tepat bagi anak-anak agar cerdas. Apakah informasi tersebut benar atau hanya sekedar sugesti? Mengapa hanya jenis musik klasik saja? Kapan tepatnya terapi musik klasik harus dimulai?

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Sumber lain menyebutkan bahwa musik adalah bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya, segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik. Semuanya tergantung jenis musik yang didengarkannya. Sedangkan musik klasik merupakan musik yang dibuat atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

Musik klasik adalah musik yang mudah dicerna karena struktur nadanya sederhana. Ekspresi dari nada dasar dan primitif inilah yang menjadikan musik klasik sebagai acuan bagi para ahli untuk memperoleh hasil yang signifikan. Selain untuk penyembuhan terapi, musik klasik juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan kecerdasan karena dapat menghasilkan efek mozart yaitu salah satu istilah untuk efek yang bisa dihasilkan sebuah musik untuk meningkatkan intelegensia seseorang.

Benarkah Musik Klasik Dapat Membuat Otak Menjadi Cerdas?

Tentu semua orangtua akan bangga jika anak mereka tidak hanya pintar melainkan juga cerdas. Definisi dari cerdas adalah orang yang dapat menggunakan secara seimbang kemampuan berfikirnya secara analisis dan menambahkan ide kreatif. Berbeda dengan orang pintar yang saat melakukan apapun merasa tidak perlu mengubahnya dan tidak perlu menambahkan ide ke dalamnya.

Agar anak cerdas tentu tidaklah instant. Butuh pelatihan, tidak hanya pada otak kiri saja tetapi juga otak kanan agar seimbang. Berbagai informasi untuk mencerdaskan otak anak beredar di kalangan para orangtua, mulai dari senam otak hingga menggunakan terapi musik klasik. Tapi benarkah terapi musik klasik dapat membuat otak menjadi cerdas?

Hasil studi pada 1993 yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik akan meningkatkan kemampuan kognitif. Alhasil, riset ini lalu memicu para orangtua untuk memperkenalkan bayi dan anak kecilnya pada musik klasik, serta pengusaha berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat perawatan siang hari dan orangtua.

Kala itu penelitian mereka mengemukakan bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).

Riset itu menyebar ke seluruh dunia, setelah surat kabar New York Times melansir, dengan mendengarkan musik klasik sudah menjadi jaminan bagi anak-anak untuk memiliki bekal ilmu untuk studi di sekolah mereka. Terlebih ilmuwan lain juga mendukung temuan tersebut dengan menyatakan, musik klasik mampu meningkatkan intelegensi anak-anak. Sejak itulah musik klasik menjadi referensi bagi orangtua yang menginginkan anak mereka cerdas.

Bukan hanya itu yang “mengultuskan” musik klasik. Pada tahun 1998, Gubernur Georgia, Zell Miller juga ikut-ikutan mempublikasikan yang membuat heboh karena setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida juga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.

Sejak Kapan Terapi Musik Klasik Dapat Dilakukan?

Para orang tua dapat memulai stimulasi terapi musik klasik pada anak sejak dini. Pelajaran kesenian seperti bermain alat musik dapat mulai dikenalkan sejak anak masuk sekolah atau bahkan dapat dimulai saat masih berada dalam kandungan agar lebih maksimal.

Dari hasil risetnya, Dr. Chapman J. S. Akademis dari New York University, AS, bisa menarik kesimpulan bahwa terapi musik klasik sudah bisa menstimulasi otak janin dalam kandungan saat usia 26 minggu atau trimester ke-3 dimana janin sudah bisa mendengar dengan bantuan cairan ketuban.

 

Bagi ibu hamil, terapi musik klasik dapat dilakukan di rumah pada pagi dan malam hari. Dengarkan musik klasik sekitar 30 menit setiap hari. Saat mendengarkan, jarak speaker dapat diatur sekitar 50 cm dari perut atau bisa juga menempelkan headphone pada perut.

Terapi musik klasik dapat dilakukan dalam keadaan berbaring santai atau duduk sambil membaca, minum teh atau saat melakukan senam hamil. Selain mendengarkan musik klasik, ibu hamil juga perlu menjaga emosinya dan mengonsumsi makanan dan suplemen bergizi untuk membantu perkembangan otak pada bayi.

Salah satu supplemen yang cocok untuk ibu hamil dan aman untuk janin adalah Noni Juice. Noni Juice dapat membantu meningkatkan hormon serotonin yang dapat membantu ibu hamil mengontrol emosi dan bahkan membantu perkembangan otak janin.

Stimulasi Musik Klasik Bagi Ibu Hamil

Memberikan stimulasi adalah salah satu cara orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anaknya sehingga bisa lebih optimal sesuai dengan potensi yang ia miliki. Ada banyak jenis stimulasi yang bisa diberikan pada anak Anda, salah satunya adalah melalui musik. Adapun fungsi dari pemberian musik pada anak-anak adalah untuk mengoptimalkan kecerdasan otaknya.

Ada baiknya jika sebagai orang tua Anda sudah mengenalkan sang anak pada musik sejak dini. Dengan pemberian musik (stimulasi pada otak) yang dilakukan lebih awal, maka hasilnya akan lebih baik lagi. Di sisi lain, jika tidak ada rangsangan yang diberikan, maka jaringan otaknya bisa mengecil sehingga menyebabkan turunnya fungsi otak. Pemberian stimulasi ini sendiri sudah bisa dimulai dengan memperdengarkan musik saat bayi masih di dalam kandungan.

Dr. Chapman J. S, seorang peneliti dari New York University mengungkapkan bahwa janin sudah memiliki kemampuan untuk mendengar saat ia berusia 26 minggu. Kemampuan mendengarnya ini berkat adanya cairan amnion yang menjadi sarana untuk menghantarkan gelombang suara. Maka dari itu, stimulasi berupa suara yang berasal dari sekitar atau luar rahim juga bisa didengar oleh sang janin.

Anda bisa memberikan rangsangan seperti memperdengarkan lantunan musik, membacakan buku cerita, membacakan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu atau mengajaknya berbicara. Stimulasi ini juga menjadi sebuah cara sang ibu dalam berkomunikasi dengan janinnya.

Musik klasik itu sendiri memiliki banyak komponen suara yang berasal dari beragam alat musik sehingga bisa membantu untuk merangsang pembentukan sel-sel otak janin. Sementara untuk sang ibu, musik klasik bisa membuatnya merasa lebih nyaman sehingga bisa menjalani periode kehamilan dengan lebih tenang.

Saat sang ibu bisa lebih rileks, maka bayi yang dikandungnya juga akan merasa demikian. Begitu pula sebaliknya, saat sang ibu tidak bisa menikmati musik yang ia dengarkan, maka bayi yang dikandungnya juga akan merasakan efek tersebut. Untuk itu, jika Anda tidak suka dengan musik klasik, maka pilihlah jenis musik yang bisa menimbulkan efek menenangkan dan sebisa mungkin menghindari musik yang terlalu keras.

Anda bisa memberikan rangsangan musik pada janin dengan menggunakan headset yang ditempelkan pada bagian sisi perut. Perdengarkan musik tersebut pada janin Anda sembari memberikan stimulasi fisik berupa sentuhan atau mengelus-ngelus perut dan mengetuknya secara perlahan.

Usahakan untuk tidak memutar musik dengan volume yang terlalu tinggi. Aturlah volume yang pelan dan kira-kira cukup untuk membuat janin merasa tenang. Dengan semakin sering dan teraturnya Anda memberikan stimulasi seperti ini, maka akan semakin efektif pula dampaknya terhadap perkembangan otak sang bayi.

Berbagai Manfaat Musik Klasik Untuk Kesehatan

Musik klasik dapat mempengaruhi siapa saja yang mendengarkannya, musik ini dapat membangkitkan perasaan, meningkatkan fungsi otak dan suasana hati. Dalam berbagai penelitian, manfaat musik klasik memang banyak mempengaruhi kehidupan.

Terapi musik klasik banyak dilakukan untuk mengembangkan reaksi otak bayinya, bahkan banyak orang yang sering mendengarkan musik klasik untuk relaksasi. Gak heran juga kalo di tempat-tempat yoga atau massage sering diputar musik klasik. Musik sudah bisa dijadikan sebagai terapi, baik secara akademis, klinis ataupun di kehidupan sehari-hari.

Berikut di bawah ini adalah beberapa manfaat musik klasik untuk kesehatan.

  • Relaksasi

Perasaan rileks, ketenangan adalah manfaat yang pasti didapatkan lewat musik klasik. Tubuh akan lebih bertenaga dan pikiran kita akan lebih fresh. Musik jenis ini dipercaya memberikan kesempatan pada tubuh dan pikiran kita untuk mengalami relaksasi yang sempurna karena dalam kondisi tenang, seluruh sel dalam tubuh akan mengalami reproduksi, sehingga penyembuhan alami pun akan berlangsung, produksi hormon tubuh diseimbangkan dan pikiran mengalami penyegaran.

  • Meningkatkan Respon Fisiologis

Mendengarkan musik klasik akan meningkatkan aliran darah ke daerah otak, mengaktifkan pusat otonom, kognitif dan emosional. Selain itu otak melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang mempengaruhi suasana hati dan kemampuan untuk merasakan kenikmatan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa, manfaat mendengarkan musik klasik memiliki implikasi bagi pemahaman kita tentang gangguan seperti depresi dan bipolaritas dan skizofrenia.

  • Meningkatkan IQ

Sebuah penelitian menunjukan hasil bahwa, anak-anak yang mengambil pelajaran musik menunjukkan kenaikan umum dalam bidang IQ. Sebuah studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik bisa mendorong bayi dalam kandungan untuk belajar membedakan berbagai jenis suara dan membantu memori auditori mereka.

  • Meningkatkan Memori atau Daya Ingat

Manfaat mendengarkan musik klasik memiliki efek yang pasti pada perkembangan memori. Musik klasik akan membantu dalam retensi dan belajar keterampilan pendengar. Ketika mendengarkan musik klasik terjadi rangsangan pada jalur otak, yang memproses penalaran spasial. Hal ini adalah fungsi yang rumit dari otak kita yang dikenal sebagai penalaran spasial-temporal. Kemampuan ini membantu manusia belajar ilmu abstrak, rencana dan berpikir ke masa depan.

  • Menjadikan Bayi Dalam Kandungan lebih Aktif

Musik klasik yang diperdengarkan pada bayi semasa dalam kandungan akan membantu syaraf motorik bayi agar lebih aktif, sehingga bayi (janin) bisa bergerak lebih aktif. Hal itu dikarenakan irama musik klasik mirip dengan detak jantung sang ibu. Selain itu, irama dan nada yang didengarkan secara rutin anak dalam kandungan dapat membuat bayi belajar pada prinsip persepsi dan belajar tentang penalaran dasar misalnya perbandingan, pengulangan dan pergantian suara.

Okee guys, semoga informasi di atas dapat amat berguna bagi kalian semua. Ingat! Jangan dengarkan bayi dalam kandungan musik-musik rock karena ketika lahir bisa saja dia nanti berubah menjadi j’rocks, wkwkwk.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.