circadianshift.net

Pecahan Tembok Berlin Kini Hadir Menghiasi Kalijodo

Saat kalian berkunjung ke kota Berlin, apa yang pertama kali kalian jumpai disana? Ya, tentu saja sebuah ikon menakjubkan yang menjadi ciri khas kota tersebut, yaitu Tembok Berlin. Bagaimana tidak, tembok yang dulunya dijadikan sebagai pemisah antara Jerman Timur dan Jerman Barat ini sekarang dijadikan sebagai sebuah galeri seni terbuka yang bisa dilihat dan dinikmati oleh pengunjung.

Tembok Berlin merupakan salah satu saksi dan bukti sejarah negara Jerman. Tembok Berlin adalah sebuah tembok pembatas terbuat dari beton yang dibangun oleh Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur serta daerah Jerman Timur lainnya sehingga membuat Berlin Barat sebuah enklave.

Kita semua sudah tahu bahwa tembok tersebut berada tepat di Jerman, akan tetapi sepertinya Kalijodo ingin menyajikan kembali keindahan seni yang sempat terlupakan ini. Saat ini pecahan Tembok Berlin itu sudah bisa kalian lihat di sana. Ya, itung-itung menghemat uang yaa guys, supaya nggak perlu jauh-jauh ke Jerman. 

Sejarah Berdirinya Tembok Berlin

Pertama kali, Tembok Berlin dibangun oleh Republik Demokratik Jerman (GDR) atau Jerman Timur pada tahun 1961. Tembok ini didirikan untuk memisahkan sekaligus mengisolasi Berlin Barat, wilayah yang dikontrol oleh Perancis, Amerika dan Inggris. Tembok Berlin berdiri sampai tahun 1989, sebelum akhirnya diruntuhkan seiring dengan keruntuhan Tirai Besi Uni Sovyet.

Tembok ini sering digunakan sebagai contoh isolasionisme ekstrim dan menjadi pukulan diplomatik serius bagi hubungan antara Soviet dengan seluruh dunia. Setelah Perang Dunia II, Jerman diduduki oleh Dewan Pengawas Sekutu sementara dilakukan upaya stabilisasi dan pembangunan kembali.

Tembok Berlin dikatakan sebagai “Benteng Proteksi Anti-Fasis” (bahasa Jerman: Antifaschistischer Schutzwall), yang menyatakan bahwa negara Jerman Barat belum sepenuhnya dide-nazifikasi. Pemerintah Kota Jerman Barat kadang-kadang mengatakan Tembok Berlin sebagai “Tembok Memalukan”, sebutan yang dicetuskan oleh Walikota Willy Brandt untuk mengutuk tembok ini karena membatasi kebebasan bergerak.

Bersamaan dengan Tembok Pembatas Antar Jerman yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur, kedua tembok pembatas ini menjadi simbol “Tirai Besi” yang memisahkan Eropa Barat dengan Blok Timur selama Perang Dingin.

Di lain pihak, sekutu khawatir terhadap keselamatan penduduk dan pekerja di Berlin Barat, wilayah yang berada di tengah-tengah Jerman Timur. Akses ke Berlin telah dibatasi sebelumnya, terutama pada tahun 1948, ketika beberapa negara Barat dipaksa menggunakan angkutan udara untuk memasok berbagai kebutuhan ke Berlin Barat.

Sebagian warga Jerman Timur juga melihat Berlin Barat sebagai wilayah penuh harapan, berusaha menyeberang kesana untuk mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih baik. Pemerintah Jerman Timur segera menyadari bahwa mereka mulai kehilangan kontrol atas warga negara mereka dan mulai membangun tembok untuk memblokade Berlin Barat.

Tembok Berlin dirancang untuk meniadakan akses ke Berlin Barat dari Jerman Timur. Tembok ini juga membuat sulit bagi orang untuk keluar dari Berlin Barat karena harus melewati serangkaian pemeriksaan ketat. Berbagai negosiasi diplomatik telah dilakukan sebagai respon atas Tembok Berlin yang melibatkan beberapa tokoh politik terkenal, termasuk Presiden Kennedy.

Pada tahun 1963, Kennedy menyampaikan pidato terkenal yang menyatakan solidaritas kepada penduduk Berlin Barat dan menyatakan bahwa Berlin Barat merupakan pulau demokrasi dan kebebasan di lautan komunisme. Tembok Berlin meminta banyak nyawa dengan kematian pertama terjadi pada tahun 1961 ketika Ida Siekmann melompat keluar dari jendela lantai tiga untuk sampai ke Jerman Barat.

Pada tahun 1989, seiring dengan jatuhnya komunisme, warga di kedua sisi Berlin bekerja sama untuk meruntuhkan tembok tersebut. Keruntuhan Tembok Berlin adalah peristiwa monumental dan sering digunakan pula sebagai simbol runtuhnya komunisme.

Kalijodo Hadirkan Pecahan Tembok Berlin

Seperti tak ingin melupakan keindahan seninya, kini Kalijodo mendirikan empat pecahan Tembok Berlin yang berdiri kokoh di RPTRA Kalijodo. Pecahan tembok berukuran 3,6×1,2 meter yang dahulu menjadi pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur tersebut kini menjadi instalasi yang menarik.

Arsitek RPTRA-RTH Kalijodo Yori Antar mengatakan sudah 30 tahun dia dan seniman Teguh Ostenrik mencari tempat yang tepat untuk meletakkan empat segmen pecahan tembok Berlin di Jakarta. Sesuai dengan sebutannya, ‘Patung Menembus Batas’, seni instalasi tersebut terdiri dari 14 pelat baja berbentuk manusia. Seni instalasi tersebut menggambarkan sejumlah pelat baja berbentuk manusia yang tampak sedang bersusah payah menembus tembok yang dihiasi mural tersebut.

‘Patung Menembus Batas’ merupakan karya seniman Teguh Ostenrik. Karya seni instalasi tersebut dibuat di rumahnya di Depok. Pecahan tembok Berlin yang dulunya dibeli dengan kocek Teguh sendiri memiliki makna setelah dijadikan seni instalasi.

Segmen batu diangkut menggunakan empat flat truk. Yustinus mengatakan, segmen-segmen tembok berlin akan langsung dipasang di RPTRA Kalijodo. Nantinya, segmen pecahan tembok Berlin dan patung berjuluk ‘Patung Menembus Batas’ itu akan dilengkapi tata cahaya apik. Seniman pemilik batu tersebut, Teguh Ostenrik, mengatakan sebelum diarak menuju Kalijodo, pecahan batu tembok Berlin itu disimpan di Depok, Jawa Barat.

Awalnya pengangkutan segmen batu tersebut akan dilakukan pada Jumat 29 September 2017. Namun, pada akhirnya pengangkutan batu dilaksanakan lebih cepat karena akan diresmikan pada 3 Oktober 2017. Ruang di antara RPTRA dan RTH Kalijodo dipilih sebagai lokasi peletakan batu untuk memudahkan pengunjung melihat pecahan tembok bersejarah itu dari berbagai sudut.

Berdasarkan desain peletakan pecahan Tembok Berlin yang rampung dikerjakan, pecahan tembok disusun sejajar dengan posisi berdiri menghadap Kali Angke, Jakarta Barat. Selain dapat menyaksikan warga yang latihan di skate and bike area, pengunjung yang duduk di pendopo Kalijodo dapat menikmati keindahan pecahan tembok Berlin yang dihias lukisan warna-warni.

Pembangunan tembok tersebut mengeluarkan kocek sebesar 18 ribu Deutsche Mark (DM) ketika mengirimkan benda itu dari Berlin Timur, Jerman ke Indonesia. Bongkahan Tembok Berlin itu didapatkan pada tahun 1990, sesaat setelah Pemerintah Jerman Timur merobohkan tembok pada 13 Januari 1990.

Sebagai memoriam, tembok penuh lukisan dan coretan itu kemudian diambilnya dari lokasi pembongkaran, kemudian dikemas untuk dikirimkan ke Indonesia. Ketika itu, tembok dinilai pemerintah tidak berharga, warga Jerman sendiri tidak mempedulikan karena masih larut dalam kegembiraan. Walaupun untuk mendapatkannya tidak mengeluarkan biaya, akan tetapi pengirimannya rupanya terbilang mahal, yakni mencapai 18 ribu Deutsche Mark (DM). Sehingga apabila dikonversikan dengan kurs rupiah saat ini, Rp 8.091 per 1 DM, nilainya mencapai Rp 145,6 juta.

Fakta Unik Lainnya Mengenai Tembok Berlin

Tembok Berlin yang dijadikan sebuah ikon dari kota Berlin ini memang manakjubkan. Bagaimana tidak, tembok yang dulunya dijadikan sebagai pemisah antara Jerman Timur dan Jerman Barat, sekarang ini dijadikan sebagai sebuah galeri seni terbuka yang bisa dilihat dan dinikmati oleh pengunjung. Namun selain menyimpan cerita sedih perpisahan masa lalu, ternyata tembok Berlin menyimpan keunikan yang mungkin banyak orang belum mengetahui.

Berikut dibawah ini adalah beberapa fakta unik Tembok Berlin yang harus kalian semua ketahui:

1. Tembok Kematian

Berdasarkan penelitian dari Riset Historis Pusat Postdam, ada sekitar 136 orang yang kehilangan nyawanya di sepanjang Tembok Berlin. Banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korbannya. Beberapa orang lainnya ditembak dan sebagian lainnya mati karena tenggelam di Sungai Spree. Korban terakhir dari Tembok Berlin adalah Chris Gueffroy, dia ditembak mati sembilan bulan sebelum Tembok Berlin diruntuhkan.

2. Menjadi Tempat Pelarian

Meskipun tempat ini dijaga dengan ketat, akan tetapi banyak warga yang tetap nekat melarikan diri dengan cara menggali terowongan, berenang, memanjat atau bahkan terbang melewati tembok tersebut. Bahkan ada sebagian warga yang menggunakan jaringan bawah tanah Berlin dan ada juga yang menggunakan paspor palsu demi bisa keluar.

3. Dijadikan Sebagai Tempat Konser Musik

Sebelum runtuhnya tembok Berlin, sebuah konser musik ‘Bruce Springsteen’ yang sangat mewah dan megah di gelar disekitaran tembok tersebut. Bahkan acara konser musik yang digelar tersebut digadang-gadang sebagai penyebab runtuhnya tembok itu. Kabar ini bahkan sudah dibenarkan oleh CBC.

4. Kepingan Tembok Berlin Menyebar Sampai Ke Seluruh Dunia

Setelah Tembok Berlin Runtuh, kepingan dari tembok ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Salah satunya ada di sebuah kasino di Las Vegas. Selain itu, cuilan dari tembok ini juga ditemukan di Vatican Gardens, Vatican City. Tepatnya di sebuah taman anggun yang menjadi tempat bermeditasi Paus. Konon, dinding itu merupakan sumbangan dari direktur Ferrari pada tahun 1994. Ia memenangkan lelang di Monte Carlo tahun 1990.

5. Sebagai Tempat Wisata

Tak heran deh kalau lokasi dinding atau Tembok Berlin ini menjadi magnet wisata yang kuat. Sekitar 9,1 juta pengunjung hotel tercatat menginap di kota ini setiap tahunnya. Berlin sendiri berada di posisi ketiga dalam destinasi yang paling banyak dikunjungi di kawasan Uni Eropa.

6. Menjadi Tempat Perlindungan Tehadap Fasisme

Tanggal 13 Agustus 1961 sekitar pukul 1.00 dini hari pemerintah Jerman Timur menutup perbatasan sektor timur Berlin yang dikuasai oleh Soviet dan sektor barat yang dikuasai sekutu. Dalam beberapa minggu, para pekerja sudah membuat barikade sepanjang 155 kilometer yang mengelilingi Berlin Barat.

Tanggal 13 Agustus 1961 sekitar pukul 1.00 dini hari pemerintah Jerman Timur menutup perbatasan sektor timur Berlin yang dikuasai oleh Soviet dan sektor barat yang dikuasai sekutu. Dalam beberapa minggu, para pekerja sudah membuat barikade sepanjang 155 kilometer yang mengelilingi Berlin Barat.

7. Sebagai Simbol Penindasan Komunis

Selama 28 tahun berdiri, Tembok Berlin menjadi salah satu simbol penindasan komunis. Pada tahun 1887, Presiden Ronald Reagan berpidato mendesak Mikhail Gorbachev agar meruntuhkan Tembok Berlin. Tetapi Mikhail Gorbachev tidak menganggap serius ucapan Reagan. Tetapi hal sebaliknya terjadi pidato dari Mikhail Gorbachev mampu mengangkat moral masyarakat di barat Kota Berlin.

8. Keruntuhan Tembok Berlin

Pada malam hari, tanggal 9 November 1989, media informasi di Jerman Barat menyiarkan berita bahwa komunis mencabut larangan bagi warga Jerman Barat untuk bepergian. Berita tersebut membuat warga Jerman Timur bergerak memadati perbatasan untuk merayakan kebebasan dengan saudara mereka di Jerman Barat.

Kediktatoran komunis hilang beberapa bulan setelah runtuhnya Tembok Berlin. Pada 3 Oktober 1990, Jerman Timur dan Barat bersatu menjadi satu negara kesatuan.

Nah, semoga saja dengan dihadirkannya kembali tembok tersebut, membuat para penikmat seni bisa merasakan kembali keindahan seni yang sempat terlupakan itu, jadi nggak harus sampai ke Berlin sana yakan?

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.