circadianshift.net

Indomie, Makanan Cepat Saji Dari Indonesia Ini Berhasil Masuk ke Daftar Brand Terlaris di Dunia

Indomie masuk ke dalam daftar brand terlaris di dunia? Benarkah? Jelas pemberitaan ini benar. Bagaimana tidak, dari sekian banyak brand makanan yang kita ketahui, Indomie malah menjadi salah satu merk yang menjadi favorit bagi sebagian besar warga Indonesia. Kepopuleran Indomie sendiri ternyata tidak hanya sekedar di negaranya saja. Pasalnya Indomie yang diproduksi oleh PT. Indofood CBP ini ternyata sudah sangat mendunia dan dikenal di seantero negara di dunia. Cita rasa yang sangat pas dan lezat serta harga yang terbilang sangat ekonomislah yang membuatnya menjadi pilihan warga Indonesia dan kini warga dunia. Tuh, nggak heran dong kalau brand ini bisa masuk daftar terlaris?

Produk Indomie ini sendiri bisa dibilang cukup fenomenal, sebab menurut beberapa survey yang dilakukan menyebutkan jika perusahaan yang memproduksi Indomie, yakni Indofood merupakan produsen terbesar mie instan terbesar di dunia dengan banyak sekali kantor regional di berbagai negara, hingga pabrik-pabrik yang sengaja didirikan di beberapa negara seperti Sudan dan Arab Saudi.

Lantas, bukti apa yang bisa menguatkan kita kalau Indomie masuk ke daftar brand terlaris? Nah, sebelum menjawab pertanyaan itu, mari lebih dulu kita cari tahu apa itu sebenarnya mie, perkembangannya hingga bisa mendunia dan bukti yang menjadikan Indomie sebagai brand terlaris di dunia.

Apa Itu Sebenarnya Mie?

Mie merupakan makanan yang dibuat dari campuran tepung, minyak sayur, garam dan beberapa bahan aditif seperti natrium polifosfat (berfungsi sebagai pengemulsi/penstabil), natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu mie juga ditambahkan zat pewarna kuning (tartrazine). Mie instan merupakan mie yang diproduksi sebagai makanan yang praktis dalam pengolahannya atau ‘instan’ dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Mie instan juga tak lepas dari zat aditif makanan seperti MSG (monosodium glutamat) yang berfungsi sebagai penguat rasa.

Mi instan merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Bahkan tidak jarang orang membawa mi instan saat ke luar negeri sebagai persediaan “makanan lokal” jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera.

Supermi dan Indomie adalah merek mi instan yang pertama kali hadir dan paling terkenal di Indonesia, saking terkenalnya, orang Indonesia memanggil mi instan dengan sebutan “Indomie”, kendati yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie. Merek mi instan lainnya yang terkenal antara lain adalah Supermi, Sarimi, Salam Mie, Mi ABC, Gaga Mie, Alhami, Santremie dan Mie Sedaap. Produsen yang mendominasi produksi mi instan di Indonesia adalah Indofood Sukses Makmur yang memproduksi Indomie (1972), Supermi (1968 sebagai mi instan serbaguna dan 1976 sebagai mi instan dengan bumbu) dan Sarimi (1982).

Sejarah Terciptanya Mie Instan

Mie instan pertama kali diciptakan oleh Mamofuku Ando. Ia merupakan pria berkebangsaan Jepang yang lahir di Taiwan pada tahun 1911. Dirinya pertama kali membuat mie instan pada tahun 1958. Usahanya tersebut dapat dikatakan sukses dan berhasil yang membuat ia mendirikan sebuah perusahaan Nissin Foods. Chicken Ramen rasa ayam menjadi produksi pertama dari perusahaannya tersebut. Kemudian pada tahun 1971, usaha tersebut semakin berkembang dan berhasil untuk memproduksi mie dalam gelas yang diberi merk Cup Noodle.

Sejarah terciptanya mie instan dimulai ketika Ando berusia 45 tahun tepatnya pada tahun 1956. Ketika itu, Amerika Serikat tengah gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke seluruh wilayah Jepang karena negara itu tengah dilanda masalah pangan. Hal tersebut menyebabkan harga terigu yang ada di pasaran menjadi murah. Untuk itu, pemerintah Jepang mengimbau seluruh rakyatnya agar mengkonsumsi roti gandum dan terigu sebagai pengganti nasi.

Di Jepang sendiri, banyak sekali warganya yang suka menyantap mie. Melihat banyaknya orang yang melahap mie di dekat Pasar Harikyu di Osaka, Jepang kemudian membuka pikiran Ando untuk membuat sebuah usaha. Ia mulai berfikir mengapa tidak membuat mie dari bahan terigu? Terlebih lagi harga terigu pada saat itu sangat murah di pasaran. Ide cemerlang pun di dapatkan Ando, ia tidak ingin membuat mie yang sudah banyak di pasaran. Melainkan membuat mie dengan bentuk lain yang lebih enak, lebih cepat diolah, lebih efisien serta gampang didapatkan dimana saja.

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, ia kemudian membeli sebuah mesin pembuat mie dan melakukan eksperimen membuat mie instan di beranda rumahnya. Awalnya adonana dari mie yang sudah berbentuk mie itu digoreng agar awet, gurih dan cepat diolah. Kemudian dirinya memikirkan rasa untuk kuah mie tersebut. Maka dipilihlah kuah ayam, karena selain rasanya yang netral aromanya juga tidak amis. Setelah membuat eksperimen tersebut, pada sore harinya ia membawa sekeranjang contoh mie-nya ke pasar. Di luar dugaan, ternyata seluruh mie buatannya habis tersebut pada hari itu juga.

Mie buatannya semakin terkenal pada pertengahan tahun 1958. Ando sudah mulai kewalahan untuk menangani pesanan. Hal itu dikarenakan rumahnya yang kecil hingga tak mampu lagi menampung banyaknya pesanan. Untuk itu, Ando mulai memindahkan usahanya tersebut ke sebuah gudang murah yang kosong di Osaka. Di tempat itulah Ando dan keluarganya menjalankan bisnis mie instan. Sejak saat itulah, banyak perusahaan serta toko-toko besar yang berebut untuk menjadi penyalur dari mie instan buatannya.

Pada bulan Desember 1958, Ando memberi nama pada perusahaannya tersebut. Maka dipilihlah nama Nissin Food Industries menjadi nama dari perusahaan mie instannya tersebut. Produk mie instan semakin digandrungi di Negara Jepang.

Kesuksesan Ando terus berlanjut, ia kemali membuka pabrik keduanya pada tahun 1960. Sedangkan pada tahun 1961, lahirlah pabrik ketiga dan keempat yang tersebut di beberapa wilayah Jepang. Meskipun usahanya tersebut dapat dikatakan sukses, namun Ando tidak pernah berhenti untuk bereksperimen dalam memperbaiki mutu serta cita rasa mie instan buatannya. Ia selalu melibatkan keluarga, teman, serta masyarakat sekitar untuk mencicipi mie instan baru hasil olahannya. Cara tersebut ia lakukan agar dapat mengetahui selera pasar.

Selain melakukan eksperimen, demi memperbaiki mutu serta kualitas mie instannya, Ando bahkan melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan serta menjajaki selera Eropa terhadap mie instan. Untuk mempelajari hal tersebut, maka dirinya melakukan perjalanan keliling Eropa dan Amerika Serikat pada tahun 1966.

Di Eropa tersebut, Ando melihat orang makan mie dengan menggunakan garpu, tanpa kuah dan menggunakan piring sebagai alas makanya. Di sana menyeruput kuah mie dianggap suatu hal yang tidak sopan. Padahal di negaranya, orang Jepang biasa menyeruput kuah mie yang masih panas berasap. Hal itu bertujuan untuk menambah nafsu makan serta semangat dan menghormati tuan rumah. Selain itu juga, Ando mengamati adanya bahan kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus memasaknya terlebih dahulu. Ia juga baru tahu bahwa ada cup atau cangkir kertas sekali pakai dan kertas alumunium yang dapat digunakan sebagai penutup yang kedap udara.

Dari situlah maka Ando mendapatkan ilham untuk membuat mie instan dalam wadah yang berbahan styrofoam yang kemudian menggunakan lapisan alumunium sebagai penutupnya. Mie instan tersebut tidak perlu dimasak, melainkan hanya perlu di seduh saja. supaya tidak hancur saat di distribusikan, kontur mienya pun dibuat lebih tebal. Di dalam kemasan tersebut ditambahkan pula garpu yang digunakan untuk menyantapnya.

Ide tersebut ternyata dapat mendatangkan kesuksesan untuk Ando. Pada tahun 1970 ia berhasil memasarkan mie instan dengan kemasan yang efisien dan praktis. Ia tidak hanya memasarkan produknya di Asia saja melainkan juha ke wilayah Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya. Mereka menyambut baik impor makanan inovatif yang dilakukan Ando tersebut. bahkan ada beberapa pengusaha Eropa yang menjulukinya sebagai “The Inovator of The Year”.

Mamofuku Ando berada di puncak keberhasilannya pada tahun 1998, saat itu ia genap berusia 77 tahun. Dirinya membangun serta meresmikan Foodeum Tower di Shinjuku, Tokyo. Gedung tersebut sangat legendaris hingga saat ini dan disebut juga sebagai “Istana Mie”. Hal tersebut dikarenakan di dalam tempat tersebut banyak sekali restoran mie, tempat disko, tempat pelatihan pembuatan mie serta museum mie serta alat-alat untuk membuat mie.

Indomie, Mie Instan Indonesia Yang Jadi Brand Terlaris

Tak hanya beken di Indonesia, Indomie ternyata juga terkenal di luar negeri. Mi instan bikinan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) itu bahkan termasuk dalam 10 merek paling sering dipilih konsumen di dunia. Portal berita bisnis dunia Bussiness Insider, baru-baru ini membuat rangkuman akan 10 merek terlaris di dunia sepanjang tahun 2016 kemarin. Rangkuman ini berdasarkan laporan berjudul ‘Brand Footprint 2016’ yang mengumpulkan produk-produk paling populer di kalangan pembeli seluruh dunia. Riset ini meneliti produk favorit dari 300 juta pembeli di 44 negara di dunia.

Studi lembaga yang meneliti perilaku konsumen, Kantar Worldpanel, menunjukkan bahwa Indomie berada di posisi ke-8 dari 15.000 merek yang disurvei di 44 negara. Bahkan menjadi pilhan utama di 2 negara, yaitu Indonesia dan Nigeria. Penetrasi produk Indomie di pasar global didorong oleh pangsa pasar yang besar di Malaysia, Turki, Vietnam, Nigeria dan negara-negara Timur Tengah. Indomie juga memiliki sertifikat halal yang membuat konsumen di negara-negara Muslim tertarik.

Berikut ini merupakan 10 besar brand yang paling masuk ke dalam daftar makanan terlaris di dunia:

Coca-Cola

Coca-Cola memperoleh Consumer Reach Points sebesar 6,3 juta. Produk minuman berkarbonasi ini membangun rasa tahu konsumen dengan memasok toko-toko lokal dengan lemari es untuk produk minuman yang dijual.

Colgate

Colgate meraih Consumer Reach Points sebesar 4,3 juta dan dimiliki oleh Colgate-Palmolive Company. Meski sudah dibeli oleh dua pertiga rumah tangga di seluruh dunia, produk pasta gigi ini masih mengincar tambahan 40 juta rumah tangga menyikat gigi menggunakan Colgate.

Lifebuoy

Produk sabun mandi ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 2,6 juta. Di beberapa negara, seperti di Uni Emirat Arab dan Indonesia, Lifebuoy memasang perangkat disinfektan di pusat-pusat perbelanjaan bagi konsumen dan dalam kampanyenya selalu mengingatkan pentingnya mencuci tangan.

Maggie

Produk makanan ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 2,4 juta dan merupakan produk terlaris Nestle. Maggie menghadirkan sup instan, kaldu, saus, dan mie.

Lay’s

Produk keripik ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 2,2 juta. Tahun ini, Lay’s berhasil menjangkau tambahan 25 juta rumah tangga di seluruh dunia.

Pepsi

Pepsi merupakan salah satu minuman berkarbonasi terlaris di dunia, memperoleh Consumer Reach Points 2,2 juta. Di beberapa negara, seperti di Mesir, Pepsi kabarnya lebih laris ketimbang Coca-Cola.

Nescafe

Produk kopi instan ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 2 juta. Meski masih menjadi produk kopi yang amat laris di seluruh dunia, namun posisi Nescafe turun 6 peringkat dibandingkan tahun 2014 lalu.

Indomie

Produk mie instan terlaris di dunia ini mencapai Consumer Reach Points 1,9 juta. Indomie merupakan produk mie instan nomor satu di Indonesia dan telah berekspansi ke berbagai belahan dunia.

Knorr

Produk makanan ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 1,86 juta. Produk kaldu blok Knorr merupakan salah satu yang paling popular di dunia.

Dove

Produk perawatan tubuh ini memperoleh Consumer Reach Points sebesar 1,67 juta. Dove meraih peringkat ketiga di Amerika Latin dalam kategori 10 merek perawatan tubuh terlaris.

Perkembangan Indomie Yang Mendominasi di 100 Negara

Harga terjangkau, awet dan simpel telah menjadikan Indomie kini berubah menjadi Global Brand sehingga tersedia di lebih dari 100 negara. Setidaknya di 80 negara yang merupakantujuanekspordari Indonesia. Juga terdapat lebih dari 20 lisensi brand. Bendera Indofood memiliki flagship, termasuk produk Indomie, membuatnya tidak hanya dominan di dalam negeri, juga perkasa di pasar mancanegara.

Rasa Indomie membuat warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di luar negeri merindukan makan Indomie. Prestasi Indomie di berbagai negara memang terang benderang dibanding merek-merek lokal lain. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Taiwan, tapi sudah menjangkau lebih dari 80 negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika.

Bahkan di Sudan dan Lebanon, Indomie hampir ada di setiap toko ritel dan supermarket. Untuk melayani pasar yang sedemikian luas, Indofood membangun pabrik di sejumlah negara, seperti Malaysia, Saudi Arabia, Suriah, Mesir, di samping Nigeria. Indomie menjadi merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia dan Nigeria.

Bahkan, orang Indonesia menyebut mi instan dengan sebutan “Indomie”, kendati yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie. Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk ini merupakan jebolan promosi word of mouth yang luar biasa yang menjadikan brand Indomie kuat di berbagai negara. Namun Indomie tidak hanya populer di kalangan konsumen Indonesia di luar negeri.

Di Nigeria misalnya, brand ini juga begitu kokoh dan sangat populer di kalangan warga negaranya. Terdapat cerita lucu, ada seorang warga Nigeria berkunjung ke Jakarta dan mendapati Indomie di sebuah supermarket. “Lho Indomie kan bikinan asli Nigeria, kok ada di sini,” seloroh si warga Nigeria spontan ini bukti memang Indomie sudah menjadi merek yang dikenal luas di Nigeria.

Dia sudah menjadi household brand yang melokal di negeri Afrika Barat itu. Pabrik Indomie sudah hadir di Nigeria sejak 20 tahun lalu dan merupakan produsen mi instan terbesar di Afrika Barat. Dari pabrik di Nigeria ini Indomie diekspor ke berbagai penjuru dunia. Karena melakukan aktivitas pemasaran dan building brand sejak lama, Indomie sangat populer di Nigeria.

Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak 9 September 1972, dahulu diproduksi oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd dan pertama kali hadir dengan rasa ayam dan udang.

Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di mancanegara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika, serta negara-negara Eropa dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Iklan Indomie pertama sejak peluncurannya pada 9 September 1972.

Hingga saat ini, Indomie terus berkembang sehingga Indomie terus diberikan kepada konsumen Indonesia. Indomie untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk mi instan di Indonesia. Posisinya yang kuat karena Indomie sebagai produk mi instan yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar.

Metode promosi yang digunakan terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan tagline – nya, ”Indomie Seleraku”. Pada 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan event Indomie Jingle Dare, sebuah ajang kompetisi bagi pelajar tingkatan SMA untuk membuat jingle bagi iklan Indomie.

Dominasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sebagai penguasa mi instan di Tanah Air hingga kini belum tergoyahkan. Padahal, sejumlah pesaing berupaya terus mengeluarkan produkproduk terbaru dan strategi paling inovatif untuk menggeser dominasi kelompok usaha Salim tersebut.

Bos Group Indofood Anthoni Salim mengakui, perusahaan selama ini memang memiliki kiat tersendiri sebelum mengeluarkan suatu produk. Inovasi penciptaan varian terbaru produk mi instan selama ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan konsumen.

Nah, apakah kalian juga termasuk salah satu konsumen setia dari mie instan tersebut? Jelas tentu saja jawabannya pasti iya!

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.