circadianshift.net

Memahami Perbedaan Antara Virus Dan Bakteri

Mendengar istilah virus dan bakteri tentu terlintas dipikiran kita bahwa kedua makhluk hidup ini adalah penyebab penyakit dan pasti merugikan, meski tidak terlihat oleh kasat mata tetapi akibat yang ditimbulkan dari keberadaan mereka sangat besar. Meski sekilas sama, dua jenis mikroorganisme ini memiliki banyak sekali perbedaan.

Perbedaan ini menunjukkan jenis infeksi yang bervariasi dan juga dampaknya. Berikut beberapa hal tentang infeksi virus dan bakteri yang harus kita ketahui bersama-sama.

Apa Itu Virus

Definisi virus secara umum ialah parasit berukuran mikroskopik dengan menginfeksi sel organisme biologis. Menurut para ahli biologi virus merupakan peralihan antara makhluk hidup dengan benda mati, di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.

Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya dan ketika virus masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang sel-sel di tubuh inangnya, menguasai sel-sel tersebut dan terus berkembang biak di dalam sel. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu berikut ini jenis penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain adalah flu, herpes, dan cacar air atau penyakit serius seperti hepatitis B dan C, HIV/AIDS dan Ebola.

Ciri – Ciri Virus

Ciri – ciri virus yang sebagian tergolong ke makhluk hidup, namun sebagian lagi tergolong kepada benda mati. Berikut merupakan beberapa ciri – ciri virus :

  • Tidak memiliki sel (bersifat aseluler)
  • Bersifat parasit
  • Hanya dapat hidup jika ada inang yang menampung (berupa makhluk hidup)
  • Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yaitu DNA atau pun RNA saja
  • Tidak melaksanakan aktivitas metabolisme
  • Dapat dikristalkan
  • Tidak dapat bergerak atau pun membelah diri
  • Memiliki bentuk yang tidak pasti (dapat berubah – ubah)
  • Pada dasarny merupakan hablur (krital)
  • Memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 20 hingga 300 mili mikron

Struktur Tubuh Virus

Sebagai contoh untuk dapat kita pelajari ialah morfologi dan struktur Bakteriofage, yakni virus yang dapat menyerang bakteri Escherichia coli.

1. Bagian Kepala.

Bagian ini dibungkus dengan selubung protein yang dinamakan kapsid, yakni sebagai pemberi bentuk tubuh virus. Kapsid berbentuk selubung yang terdiri atas monomer identik dan masing-masing terdiri rantai polipeptida.

2. Isi Tubuh.

Tubuh virus tersusun dari materi genetik/ molekul pembawa sifat-sifat yang bisa diturunkan berwujud ADN atau ARN saja. Virus yang isi tubuhnya beewujud ADN antara lain: Herpes virus, Papova virus, Adeno virus, dan Pox virus.

Sedangkan tubuhnya yang isinya ARN di antaranya: Rhabdo virus, Reovirus, Paramyxo virus, Picorna virus, dan Toga virus. Di dalam tubuh, virus tidak mempunyai organel-organel sel seperti mitokondria, ribosom dan lain sebagainya.

3. Ekor.

Ekor adalah alat untuk kontak menuju tubuh organisme yang diserangnya. Ekor terdiri dari tabung bersumbat yang dilengkapi serabut-serabut/ benang-benang. Wujud dari virus ini bervariasi.

Apa Itu Bakteri

Bakteri adalah orgasnime bersel satu, salah satu bentuk kehidupan dengan populasi terbanyak di Bumi. Mikroorganisme ini ada dimana-mana. Mereka hidup di tanah, air, udara, hingga di dalam tubuh setiap manusia dan hewan. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil).

Nama bakteri berasal dari bahasa Yunani dari kata bacterion yang berarti batang kecil. Bakteri merupakan organisme terbanyak dan paling berkelimpahan dari semua organisme. Namun, tidak semua bakteri berbahaya, karena ada beberapa jenis bakteri yang secara normal memang hidup di dalam tubuh manusia dan berperan untuk melindungi tubuh dari bakteri patogen. Bakteri ini disebut flora normal.

Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme.

Ciri Dan Karakteristik Bakteri

  • Bersel satu dan sangat sederhana.
  • Prokariotik.
  • Kandungan kromosomnya haploid (n).
  • Hidup secara autotrof/heterotrof.
  • Berkembang biak/ bereproduksi dengan cara seksual dan aseksual.
  • Memiliki beberapa macam bentuk sel, yaitu bulat, batang, spiral, dan variasinya.
  • Ada yang memiliki alat gerak berupa flagel dan ada yang tidak.
  • Memerlukan kelembapan yang tinggi, sekitar 85% untuk kehidupannya.

Struktur Bakteri

Secara struktural, bakteri tersusun atas kapsul, dinding sel, membran sel, sitoplasma, materi genetik, ribosom, bulu cambuk, dan plasmid seperti pada gambar berikut ini.

A. Kapsul

Kapsul adalah selubung pelindung bakteri yang tersusun atas polisakarida. Kapsul terletak di luar dinding sel. Kapsul hanya dimiliki oleh bakteri yang bersifat patogen dan fungsi dari kapsul ini adalah untuk melindungi diri dari kekeringan dan mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang.

B. Dinding Sel

Dinding sel bakteri tersusun atas protein yang berikatan dengan polisakarida(Peptidoglikan). Dinding sel terletak di luar membran sel. Adanya dinding sel menyebabkan bentuk bakteri menjadi tetap. Dinding sel berfungsi untuk melindungi sel bakteri terhadap lingkungannya.

C. Membran Sel

  • Membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein(Fosfollpid).
  • Membran sel bersifat semipermeabel. Membran sel mengandung enzim respirasi. Fungsinya adalah untuk membungkus plasma dan mengatur pertukaran mineral dari sel dan ke luar sel.

D. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme.

E. Bulu Cambuk (Flagel)

Flagel adalah alat gerak pada bakteri sehingga membantu bakteri untuk mendekati makanan atau menjauh jika ada racun atau bahan kimia.

F. Materi Genetik

AND (Disebut juga DNA) bakteri tidak tersebar dalam sitoplasma, tetapi terdapat pada daerah tertentu yang disebut nukleoid. ADN berfungsi mengendalikan sintesis protein bakteri dan merupakan zat pembawa sifat.

G. Ribosom

Ribosom berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersusun dari protein, jika dilihat dari mikroskop, ribosom terlihat seperti struktur kecil yang melingkar.

H. Plasmid

Selain ADN, bakteri juga mempunyai plasmid. Plasmid mengandung gen-gen tertentu, misalnya gen patogen dan gen kebal antibiotik. Plasmid juga mampu memperbanyak diri. Dalam satu sel bakteri bisa terbentuk kurang lebih 20 Plasmid.

Penyebaran Bakteri

Bakteri dan virus keduanya merupakan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit. Hanya saja, ukuran virus lebih kecil daripada bakteri. Mikroba bisa masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara, antara lain saat Anda:

  • Melakukan kontak langsung atau berdekatan dengan mereka yang sakit. Sentuhan tangan atau ciuman bisa menyebabkan bakteri cepat menular.
  • Mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi virus dan bakteri.
  • Transmisi dari ibu ke anak saat sedang mengandung. Karena darah dan makanan dari bayi disuplai dari ibu, kalau ibu sakit anak juga akan mengalaminya.
  • Bersentuhan dengan benda-benda yang tidak steril, seperti gagang pintu, mainan atau toilet yang tidak bersih.

Penyebaran Virus Pada Tubuh

Secara umum penyebaran virus hampir sama dengan bakteri. Sentuhan, berdekatan, hingga melakukan seks dan diturunkan oleh ibu. Namun, beberapa jenis virus ada yang menjadi dorman dan hidup di beberapa bagian tubuh selama beberapa tahun dan akan menjadi aktif kalau daya tahan tubuh anjlok.

Jenis penyakit yang disebabkan bakteri

Penyakit yang menyebar dan disebabkan oleh bakteri dan umum dialami oleh masyarakat terdiri dari:

  • Tuberkulosis (TBC)
  • Cacar Air
  • Tifus
  • Pneumonia
  • Kolera

Jenis penyakit yang disebabkan virus

Selanjutnya penyakit yang disebabkan oleh virus terdiri dari:

  • Influenza atau flu.
  • Pilek atau common flu.
  • Meningitis yang disebabkan oleh virus.
  • human immunodeficiency virus (HIV).
  • Kutil kelamin yang disebabkan oleh virus HPV.
  • Hepatitis
  • Penyakit Zika.

Perbedaan Dalam Reproduksi

Bakteri membawa semua kelengkapan (sel organel) diperlukan untuk tumbuh dan perbanyakan. Bakteri biasanya berkembang biak secara aseksual. Dalam kasus reproduksi seksual, beberapa material genetika plasmid bisa diturunkan melalui bakteri. Di sisi lain, virus utamanya membawa informasi-sebagai contoh, DNA atau RNA, dikemas dalam lapisan membran dan atau protein.

Virus memanfaatkan sel inang untuk bereproduksi. Kaki-kaki mereka menempel pada permukaan sel, lalu material genetik yang terkandung di dalam kepala virus dimasukkan ke dalam sel. Material genetik ini bisa menggunakan sel untuk menghasilkan protein sendiri dan atau bagian kecil virus, atau bisa digabungkan ke dalam DNA/RNA sel dan diterjemahkan kemudian.

Ketika virus “bayi” cukup diproduksi, sel pecah, melepas partikel virus yang baru. Dalam beberapa hal, virus tidak benar-benar “hidup”, tetapi merupakan informasi dasar (DNA atau RNA) yang mengambang di sekitar sampai mereka menjumpai inang hidup yang cocok.

Cara hidup Virus Dan Bakteri

Bakteri adalah organisme hidup namun berbeda dengan virus. Virus adalah struktur organik yang berinteraksi dengan organisme hidup. Itu tidak menunjukkan karakteristik kehidupan seperti memiliki gen, berevolusi melalui seleksi alam dan mereproduksi dengan menciptakan beberapa salinan dari diri mereka sendiri melalui self-assembly.

Tetapi virus tidak memiliki struktur seluler atau metabolisme mereka sendiri; mereka membutuhkan sel inang untuk bereproduksi. Perlu dicatat bahwa spesies bakteri seperti rickettsia dan klamidia dianggap organisme hidup meskipun memkili keterbatasan yang sama tidak bisa bereproduksi tanpa sel inang.

Cara Mencegah Infeksi Virus dan Bakteri

Karena infeksi virus dan bakteri seringkali menular dengan cara yang sama, beberapa pola hidup sehat berikut dapat dilakukan untuk mencegah baik infeksi virus maupun bakteri:

  • Mencuci tangan

Rutin mencuci tangan dengan sabun setelah aktivitas di luar ruangan, menggunakan toilet, atau sebelum makan sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab infeksi.

  • Menjaga kebersihan makanan

Salah satu strategi penting untuk memutus rantai penyebaran infeksi virus dan bakteri adalah dengan menjaga higienitas dan kebersihan lingkungan saat mengolah makanan. Sebelum memasak, pastikan tempat memasak bersih, dan Anda sudah mencuci tangan serta peralatan memasak sebelum mengolah makanan.

Inilah beberapa perbedaan antara infeksi virus dan bakteri. Meski keduanya sama-sama menyebabkan penyakit ada beberapa perbedaan terkait dengan penularan

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.