circadianshift.net

Sejarah dan Perubahan Sepatu Bola Hingga Saat Ini

Bagi para pria yang menyukai bola, tentu tahu apa saja perlengkapan yang harus digunakan saat bermain bola. Mulai dari jersey, celana, sepasang kaos kaki, pelindung tulang kering dan sepasang seputu bola. Entah itu bermain bola ataupun bermain futsal, tentunya atribut yang nggak bisa dilupakan adalah sepatu. Mungkin saja jika anda bermain tanpa adanya sepatu bola, maka permainan kamu akan terasa kurang maksimal.

Selain itu, memiliki sepatu bola atau sepatu futsal layaknya seperti yang digunakan oleh bintang-bintang lapangan sepak bola tentu sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi penggemar sepak bola. Seperti semua benda, pasti memiliki sejarah dan perkembangannya masing-masing.

Misalnya saja sejarah penemuan handphone yang berkembang mulai dari beratnya 2 kg kini sudah bisa setipis dan seringan smartphone kita saat ini. Begitu pula dengan sepatu bola, tentunya memiliki sejarah dan perkembangannya hingga saat ini.

Sejarah Singkat Sepatu Bola

Sepatu bola adala hal yang paling penting dan paling mendukung dalam olahraga sepak bola. Sebab dengan adanya sepatu bola juga mempengaruhi pemain dalam hal mencetak gol, hmm coba ajadeh ada pemain sepak bola yang nggak pake sepatu bola, nah lho gimana jadinya cobak?

Selain itu sepatu bola juga berguna untuk keamanan, kesehatan, juga berguna untuk penunjang skill serta mempercantik penampilan yang imbasnya akan menambah kepercayaan diri si pemakai. Dengan kata lain, sepatu sepak bola mempunyai pengaruh yang sangat penting dari berkembangnya olahraga itu sendiri, baik itu secara langsung maupun tidak.

Mungkin kita sudah tau bersama bahwa sepak bola merupakan pertandingan yang paling kompetitif di dunia saat ini, di mana kemenangan dalam sebuah pertandingan akan sangat berharga dalam setiap langkah ke depan sebuah klub di roda perjalanan kompetisi. Ditambah lagi faktor kecepatan yang juga memegang peranan penting, karena di era sepak bola modern terkadang kemenangan ditentukan hanya dalam jarak beberapa milimeter atau waktu sepersekian detik saja.

Jika kita melihat sejarah sepak bola, tentu kita akan meliahat perubahan yang semakin lama semakin menampakkan kemajuannya. Dan samahalnya juga dengan sepatu sepak bola. Cornelius Johnson adalah orang yang pertama kali menciptakan sepatu bola pada tahun 1525, beliau merupakan seorang pengrajin yang pada saat itu di minta untuk membuatkan pesanan dari Raja Henry ke-8. Konon, biaya pembuatannya mencapai 4 shilling atau kurang lebih sekitar 100 poundsterling di masa sekarang.

Sepatu yang dikenakan beliau terbuat dari kulit yang keras, tingginya di atas mata kaki, dan bobotnya lebih berat dari sepatu biasa (Mirip sepatu Lars panjang atau Boot). Cornelius Johnson menjahit sendiri sepatu tersebut dengan tangan.

Ciri dari sepatu bola yang pertama kali dibuat yakni memiliki Stud/Cleat/Pul/Sepul(Tujuannya untuk kestabilan dan agar pemain tidak mudah terpeleset di lapangan rumput) yang terbuat dari paku baja dan ditanam di bagian bawah/sol sepatu, hingga kemudian dibuat aturan agar cleat ini ujungnya tumpul demi keamanan.

Sebelum adanya peraturan resmi, biasanya pemain boleh diizinkan untuk memakai sepatu jenis apa saja dilapangan. Kemudian sampailah pada tahun1863 FA mengeluarkan peraturan: “Yang tidak menggunakan sepatu dengan paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya tidak diperbolehkan untuk bermain”.

Sebab sudah adanya peraturan untuk menggunakan sepatu bola, sudah dipastikan harus ada pabrik yang memproduksi sepatu bola. Pabrik  pertama yang menjadi produsen sepatu sepak bola adalah Gola yang rilis pada tahun 1905 dan pada tahun 1910-an sepatu dengan nama Cup Final Specials rilis yang kemudian mendunia berkat ‘gigi-gigi’ kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah, ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola, bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam, dan pemain harus memakukkan ‘Kuku‘ itu ke sol dengan palu kecil.

Dari segi ukuran, setiap geridi yang ada si sepatu bervariasi, khususnya untuk bermain dilapangan yang becek, maka para pemain akan memilih  gigi lebih panjang untuk bermain agar tidak mudah terpeleset. Pada saat itu, yang menjadi salah satu tugas wasit dan asistennya adalah mengecek sol sebelum pemain masuk ke lapangan, jika gigi sepatu terlalu tajam dan menonjol, pemain tak diperbolehkan masuk. Sepatu baru umumnya keras dan kaku sehingga sering membuat kaki pemakainya cedera, agar lebih lentur dan enak dipakai sepatu direndam dulu selama beberapa jam sebelum dikenakan, lalu dijemur sebentar agar kandungan air tidak memberatkan sepatu.

Sampailah pada tahun 1920-an, muncul Dassler bersaudara yaitu Adolf dan Rudolf  yang berasal dari Jerman. Mereka membangun Gebruder Dassler Schuhfabrik (Dassler Brother Shoe Factory) pada tahun 1924, sebuah perusahaan yang menawarkan teknologi cleat sepatu bermata 6 sampai dengan 7 yang dapat dipindah-pindah posisinya menyesuaikan kondisi lapangan. Produksi sepatu sepak bola pada masa ini tidak hanya untuk orang dewasa namun anak-anak pun masuk dalam produksi massal.

Seiring berjalannya waktu, pada 1930 muncullah sebuah variasi warna tali sepatu, namun yang menjadi kelemahannya adalah pada saat bertanding pemain sering mengganti tali sepatu ini karena pembuatannya, proses rendam-jemur sepatu membuat tali menjadi mudah rusak.

Tahun 1950, di tahun inilah pembuatan sepatu bola sudah lebih mementingkan bagaimana cara membuat sepaeu tersebut bisa digunakan untuk mengontrol dan menendang bola. Para produsen sepatupun mengurangi bobot sepatu. Bahan pembuatan sepatu merupakan gabungan kulit dan sintetis, cleat sepatu terbuat dari karet atau plastik dan dapat diganti-ganti.

Era ini juga ditandai dengan dimulainya komersialisasi sponsor oleh produsen sepatu kepada pemain 1951, bintang Inggris Stanley Matthews menjadi nama sepatu keluaran CWS dan Ia mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu.

Seperti layaknya banyak perkembangan yang terjadi di dunia, nah sama hal nya dengan sepatu bola yang terus berubah dan berkembang. Pada tahun 1960, terobosan baru dalam pembuatan sepak bola mencakup sol sepatu yang dibuat dengan bahan karet, plastik, atau logam dengan pengait sekrup.

Kemudian di Thun 1970, sepatu bola yang semulanya hanya berwarna hitam saja. Dan di tahun inilah muncul terobosan untuk mengeluarkan sepatu dengan warna putih. Dan di tahun 1979, diperkenalkan bahan kulit sepatu yang terbuat dari kulit kanguru.

Semakin bertambahnya tahun, berbagai teknologi pun di tuangkan dalam pembuatan sepatu, salah satunya adalah teknologi Sweet Spot, yaitu sepatu yang bisa membuat bola melengkung ketika ditendang melambung di udara yakni Tendangan pisang, kita mungkin lebih mengenalnya dari seorang pemain sepak bola asal Inggris David Beckham. Tahun 1994, sol sepatu terbuat dari bahan polimer yang membuatnya lebih fleksibel dan cleat sepatu tidak lagi berwujud paku-paku, namun dibentuk langsung dari sol berupa bilah seperti pisau.

Dan akhirnya pada tahun 2000-an, mulailah pembuatan sepatu bola lebih meningkatkan kemampuan dalam hal kontrol bola, kecepatan lari, dan kekuatan serta akurasi tendangan. Juga berkembangnya teknologi kuku-kuku sepatu (stud/cleat/pul/sepul) yang lebih lengket di lapangan dan hasilnya si pemakai akan lebih stabil dalam bermanuver. Benar-benar berkembang ya gaes.

Perkembangan Sepatu Bola

Dari dulu hingga sekarang sepatu sepak bola sudah memiliki versi tersendiri dari tahun ke tahun. Sudah pasti tiap tahun memiliki variasi terhadap sepatu itu sendiri, contohnya adalah adanya perbedaan sepatu sepak bola zaman sekarang dengan zaman dahulu. Yang dimana zaman dahulu sepatu sepak bola sangat familiar dengan warna hitam pekat, berbeda sekali dengan sepatu sepak bola zaman sekarang yang sangat penuh warna warni.
Sepatu sepak bola dibawah ini akan menjadi bukti adanya pekembangan maupun perbedaan sepatu sepak bola zaman dahulu dengan sepatu sepak bola zaman sekarang.

Tahun1800-1900

Model sepatu inilah yang dipakai para pemain bola pada saat Piala Dunia di tahun 1934. Dan yang menjadi aturan pertama yang diberlakukan untuk mencegah pemain terkena cedera pada saat bermain bola adalah kancing logam pada lubang tali sepatu menjadi yang diberlakukan untuk mencegah pemain terkena cedera.

Tahun 1940-1950

Ditahun ini tonjolan (pull) di telapak kaki sepatu bola mulai diperkenalkan. Setelah Perang Dunia II, desain terbaru sepatu bola mulai diresmikan dan diperlihatkan ke publik. Pada tahun 1950-an, Adidas dan Puma memperkenalkan sepatu bola dengan teknologi terbaru, yakni dengan tonjolan di telapak sepatu agar akselerasi pemain di lapangan menjadi lebih baik dengan cengkraman sepatu ke lapangan yang lebih kuat.

Tahun 1960

Pada tahun ini teknologi sepatu bola berkembang cukup pesat, dari yang sebelumnya mirip dengan boot hingga pada akhirnya produsen sepatu berinisiatif untuk memangkas tingginya dan membuat sepatu lebih pendek. Hal tersebut dilakukan agar sepatu terasa lebih ringan dan memberi kenyamanan pada pemain ketika berlari.

Tahun 1970

Ditahun ini sepatu bola sudah tampak jauh lebih sempurna dari sebelum-sebelumnya. Pasalnya para produsen memproduksi sepatu denagn kualitas yang semakin baik, contohnya pada beberapa merek sepatu yang menjadi sponsor para atlet. Pada tahun ini juga, Adidas memperkenalkan produk terbarunya yang diberi nama Cosmos, sedangkan Puma mengeluarkan produknya yang diberi nama Puma King yang pada waktu itu berhasil membuat Brazil memenangkan piala dunia ketiganya setelah mengalahkan Itali di Final Meksiko.

Kemudian merek baru yang menyusul kesuksesan produsen sepatu sebelumnya yakni, Nike. Bahkan, setelah memasuki pasar sepak bola, tak lama Nike bermitra dengan North American Soccer League Associations.

Tahun 1980

Sepatu Copa Mundial menjadi produk Adidas tersukses di era tahun ini. Pertama kali diperkenalkan pada saat Piala Dunia Spanyo tahun 1982. Sepatu ini didesain untuk meningkatkan daya cengkram antara sepatu dengan tanah. Selain itu, desain ini juga membantu pemain untuk lebih mudah dalam mengontrol bola dan menendang dengan lebih kuat.

Tahun 1990

Bosan dengan warna yang terus-terusan hitam, di tahun inilah sepatu sepak bola mulai kaya akan warna dan corak. Para produsen sepak bola mulai membuat produknya lebih menarik dengan ukuran, bentuk, hingga warna yang semakin beragam. Selain itu, pull dan telapak sepatu menjadi fokus utama sehingga dirancang agar lebih fleksibel. Hal ini membantu para pemain untuk lebih mudah bergerak dan memiliki keseimbangan yang lebih baik.

Yang semulanya sepatu bola sangat berat, sebab bentuk sepatu yang ikut melindungi mata kaki, kini bentuknya menjadi lebih baik dan bahkan lebih nyaman untuk digunakan. Dari perubahan-demi perubahan tersebut, telah membuktikan bahwa dunia terus berkembang pesat. Dan berkat perkembangan tersebut, kini kita sudah bisa memakai sepatu bola dengan nyaman dan tanpa ribet.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.