circadianshift.net

Aipoly, Aplikasi Pintar Yang Bisa Membantu Para Penyandang Tunanetra

Sampai saat ini, di Indonesia jumlah penyandang tunanetra mencapai sekitar 3.750.000 orang atau sekitar 1,5 persen dari jumlah total penduduk 250 juta jiwa. Ironisnya jumlah tersebut sebagian besar masuk kategori keluarga pra sejahtera.

Bagi penyandang Tunanetra, untuk mengatasi hilangnya fungsi indra penglihatan maka para penyandang tunanetra ini harus berusaha memaksimalkan fungsi indra-indra lainnya seperti perabaan, penciuman, pendengaran ataupun memakai tongkat khusus untuk membantu mobilitasnya.

Nah, baru-baru ini ada aplikasi pintar bernama Ipoly Vision yang telah dirilis dan dapat didownload di smartphone di Apple Store. Aplikasi ini ditujukan bagi penyandang disabilitas khususnya Tunanetra.

Penyandang tunanetra adalah mereka yang indra penglihatannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Itu artinya, orang-orang penyandang tunanetra tidak bisa melihat seperti kita pada umumnya. Tunanetra merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan penglihatan. Gangguan ini pun dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu gangguan buta total atau yang sama sekali tidak bisa melihat dan yang masih bisa melihat meski kemampuannya rendah.

Biasanya para penyandang tunanetra membawa tongkat khusus ke mana-mana, agar mereka bisa berjalan dengan lebih baik tanpa menabrak orang atau benda lain. Di trotoar-trotoar kota biasanya juga disediakan jalur khusus tunanetra dengan simbol tertentu, yang bisa diraba dengan menggunakan tongkat. Masing-masing simbol memiliki arti berbeda-beda.

Penyebab Tunanetra

Gangguan yang terjadi pada indra penglihatannya, membuat para penyandang tunanetra tak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Berdasarkan tingkat gangguan yang terjadi, tunanetra dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision).

Penyebab ketunanetraan, secara umum meliputi faktor keturunan (internal), penyakit dan kecelakaan (eksternal). Faktor keturunan (internal) merupakan faktor penyebab tunanetra yang lebih sering terjadi dibanding faktor penyakit dan kecelakaan.

Faktor Internal

Faktor internal merupakan penyebab ketunanetraan yang timbul dari dalam diri individu, yang sering disebut juga faktor keturunan. Faktor ini kemungkinan besar terjadi pada pernikahan antar keluarga dekat dan pernikahan antar tunanetra.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor penyebab ketunanetraan yang berasal dari luar diri individu. Penyebab ketunanetraan pada faktor ini dikelompokkan menjadi beberapa yaitu:

  • Kekurangan Vitamin A

Vitamin A berperan dalam ketahanan tubuh terhadap infeksi. Dengan adanya vitamin A tubuh lebih efisien dalam menyerap protein yang dikonsumsi. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kerusakan pada mata, yaitu kerusakan pada sensivisitas retina terhadap cahaya (rabun senja) dan terjadi kekeringan pada konjungtiva bulbi yang terdapat pada celah kelopak mata disertai pengerasan dan penebalan epitel. Pada saat mata bergerak akan tampak lipatan pada konjungtiva bulbi. Dalam keadaaan parah hal ini dapat merusak retina dan apabila keadaan ini tetapdibiarkan, akan terjadi ketunanetraan.

  • Kecelakaan

Kecelakaan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketunanetraan apabila kecelakaan tersebut mengenai mata atau saraf mata. Benturan keras mengenai saraf mata atau tekanan yang keras terhadap bola mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan atau ketunanetraan.

  • Terkena Zat Kimia

Disamping memberikan manfaat bagi manusia, zat-zat kimia juga dapat merusak apabila penggunaannya tidak hati-hati. Zat kimia tertentu, seperti zat etanol dan aseton apabila mengenai kornea akan mengakibatkan kering dan terasa sakit. Selain itu zat-zat lain seperti asam sulfat dan asam tannat yang mengenai kornea akan menimbulkan kerusakan, bahkan dapat menimbulkan ketunanetraan.

  • Retinopati Diabetes

Retinopati Diabetes merupakan kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan dalam suplai/aliran darah pada retina. Kondisi ini disebabkan oleh adanya penyakit diabetes. Diabetes merupakan gangguan metabolisme tubuh, dimana tubuh tidak cukup memproduksi insulin sehingga produksi gula darah meningkat dari ukuran normal. Gangguan metabolisme tubuh ini dapat merusak mata, ginjal, susunan saraf dan pembuluh darah.

Aipoly, Mata Kedua Untuk Penderita Tunanetra

Tongkat memang memudahkan, tetapi kini ada satu aplikasi yang bisa diunduh lewat ponsel pintar dan semakin memudahkan tunanetra dalam banyak hal, namanya Aipoly. Dengan Aipoly, tunanetra bisa mengetahui benda-benda apa saja yang ada di hadapan mereka. Mereka akan melihatnya lewat aplikasi ini sehingga tidak mengharuskan para penyandang tunanetra untuk meraba-raba benda yang mereka temui dan tentu memakan waktu lama.

Dengan dirilisnya aplikasi ini, para penyandang tunanetra dapat terbantu untuk mengetahui semua objek yang ada di sekelilingnya. Dengan kemampuan tersebut aplikasi ini akan membantu menunjang mobilitas para penyandang Tunanetra dan memberitahukan arah yang akan dilalui. Proses mengenali objek yang cepat pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi aplikasi ini.

Cara Menggunakannya

Aipoly digunakan dengan cara mengarahkan ponsel ke depan objek atau benda yang ingin ‘dilihat’, kemudian aplikasi ini akan mengindentifikasi apa nama benda tersebut dan memberitahukannya kepada pengguna. Aplikasi ini kemudian bisa memberitahukan jawabannya lewat suara dan menggunakan kurang lebih 7 bahasa internasionaal yang berbeda-beda sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan oleh penyandang tunanetra dari seluruh belahan dunia.

Aplikasi ini memiliki kecepatan pemindai yang luar biasa sehingga dapat mengenali hingga tiga objek yang berbeda dalam satu detik. Selain dapat membantu menunjukkan arah, aplikasi ini juga dapat dipakai untuk memudahkan penggunanya mengenali objek di tempat yang tidak ideal untuk menggunakan tangan sebagai alat bantu, contohnya di toilet umum.

Aplikasi ini juga dapat bekerja secara offline sehingga pengguna tidak tergantung pada kekuatan sinyal pada smartphone sehingga aplikasi ini dapat dipakai kapan saja pengguna membutuhkannya. Selain mengenali bentuk dan jarak objek, aplikasi ini juga dapat mengenali hingga 900 jenis warna yang berbeda.

Hal ini membuatnya aplikasi ini juga berguna bagi penyandang buta warna. Meskipun belum sempurna, namun aplikasi yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan ini dapat mengenali ribuan objek baru sehingga pengguna dapat mengubah, memperbaiki dan memasukkan informasi baru dengan mudah.

Sejak dirilis, aplikasi Aipoly Vision sudah di download lebih dari 100.000 pengguna di seluruh dunia dan sudah tersedia 7 pilihan bahasa untuk memudahkan penggunanya. Aplikasi Aipoly Vision ini baru terdapat di Apple store, untuk pengguna Android sepertinya harus bersabar karena tidak lama lagi applikasi ini juga akan muncul di Play Store.

Alat Bantu Lainnya Untuk Melihat

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi tidak pernah berhenti mengubah kehidupan manusia. Penemuan peralatan-peralatan baru secara perlahan menghasilkan keanekaragaman fungsi sehingga dapat dikembangkan berdasarkan kepentingan atau kebutuhannya. Dengan kenyataan tersebut, banyak dikembangkan alat-alat bantu yang berguna untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerjaan khususnya untuk penyandang tuna netra.

Inovasi dalam teknologi merupakan sebuah jalan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun, tidak semua orang dapat menikmatinya karena keterbatasan yang dimiliki oleh mereka, seperti kebutaan. Banyak penemuan saat ini yang ditujukan untuk para tunanetra untuk membantu penglihatan mereka.

Berikut di bawah ini beberapa jenis alat bantu yang juga bisa digunakan untuk membantu para penderita tunanetra:

  • Al Glasses

Ini merupakan kacamata pintar yang dikembangkan oleh CINVESTAV di Meksiko. Alat ini menggabungkan geometri komputasi, kecerdasan artifisial dan teknik ultrasound yang dapat membantu tunanetra.

Kacamata ini menggabungkan kaca dengan sensor suara dan teknologi GPS yang melekat pada tablet yang dapat membacakan arah, mengenali mata uang, membaca tanda-tanda, mengindentifikasi warna dan mengenali berbagai tempat dan objek. Alat ini memiliki bobot yang ringan dengan model ergonomis yang terlihat seperti kacamata biasa dan dapat digunakan selama 4 jam terus menerus.

  • FingerReader

Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti MIT, FingerReader ada karena ingin membantu para tunanetra membaca selain menggunakan format yang sudah tersedia seperti tulisan braille. Menurut sebuah studi baru-baru ini dari Royal National Institute of the Blind di Inggris yang dikutip oleh salah seorang peneliti, pada tahun 2011 hanya ada sekitar 7 % dari buku-buku yang tersedia di pasaran yang dicetak dengan huruf braille dan audio lengkap.

Saat ini FingerReader masih dalam tahap prototipe. FingerReader disematkan dijari-jari seperti sebuah cincin yang dapat Anda gunakan untuk membaca apa yang ditunjuk mengikuti baris teks dalam buku atau di layar. Ini berkat sebuah kamera built-in, yang dapat mendeteksi teks dengan ukuran 12, yang kemudian perangkat ini akan mengeluarkan suaranya.

Gadget ini cukup pintar untuk mengenali tulisan atau kata ketika penggunanya menyimpang dari baris teks dan menawarkan umpan balik untuk menyesuaikan gerakan tangan dan tahu kapan akhir dari bacaan tersebut. Peneliti MIT belum menjelaskan bagaimana pengguna bisa membaca dengan garis yang mulus mengingat pembacanya mengalami gangguan penglihatan. Namun belum dijelaskan kapan FingerReader akan tersedia untuk dipasarkan secara komersial.

  • Braille eBook Reader

eBook reader atau eReader iadalah peralatan elektronik yang digunakan untuk membaca ebook. eBook reader menggunakan teknologi khusus yang disebut E-Ink. E-Ink atau E-paper adalah nama yang digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana system kerja ebook reader. Teknologi ini mampu mendisplay teks dan gambar pada saat bersamaan seperti halnya tampilan pada kertas atau koran.

Alat ini menggunakan thermo-hydraulic micro-actuation untuk mengaktifkan titik-titik Braille melalui radiasi laser inframerah melalui sistem scanning micro-mirror. Alat ini dapat membantu para tunanetra untuk membaca buku secara digital.

  • Arianna App

Ini adalah sebuah aplikasi yang dibenamkan pada smartphone untuk membantu tunanetra. Alat ini bekerja dengan cara membaca pita berwarna di tanah yang digunakan untuk menandai rute tertentu.

Pengguna mengarahkan smartphone mereka ke tanah dan memberikan getaran sebagi tanda mereka menemukan garis tersebut. Aplikasi ini juga dapat digunakan bagi mereka yang mengalami masalah pendengaran. Sampai saat ini, ARIANNA app masih dalam tahap penggembangan, khususnya dalam penggunaan pita berwarna sebagai penuntun arah.

Para peneliti sedang mencoba sebuah inovasi baru, yaitu menggunakan jalur inframerah yang dapat ditangkap oleh kamera smartphone, namun tetap terlihat oleh mata biasa.

Nah, berkat kecanggihan aplikasi tersebut, kini para penderita tunanetra tak perlu lagi takut karena tak bisa melihat. Sebab, Aipoly akan sangat membantu meski tak bisa menyembuhkan. Demikianlah pembahasan kali ini mengenai aplikasi smarttphone yang bisa membantu tunanetra bisa melihat. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi terbaik buat kita semua.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.