circadianshift.net

Guling Menyerupai Pocong, Inovasi Baru Yang Go Internasional

Saat ini mungkin hampir semua orang percaya kalau Jepang merupakan negara yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam mengeluarkan berbagai inovasi baru yang diciptakannya. Salah satu negara yang gencar mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam bidang teknologi ini memang telah diakui dan digunakan oleh seluruh dunia.

Nah, seakan tidak mau kalah dengan Jepang, kini Thailand juga tengah meningkatkan kinerja inovasi bangsanya. Itu terbukti dari adanya Olshop yang menjual guling menyerupai pocong. Berbanding terbalik dengan Jepang, Thailand justru lebih tertarik mengeluarkan inovasi yang berbau menyeramkan.

Pocong sendiri merupakan salah satu hantu yang paling ditakuti oleh masyarakat kita. Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa asal usul hantu pocong yaitu orang yang meninggal dunia saat dimakamkan tali pocongnya tidak dilepas, sehingga arwah si mayat bergentayangan untuk meminta tolong dibukakan tali pocongnya.

Sedangkan guling dan bantal adalah salah satu teman yang biasa digunakan untuk menemani tidur malam kita. Memeluk guling bisa membuat kita merasa lebih nyaman dan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk tidur khas masyarakat Indonesia dan negara-negara Asia Timur lainnya. Guling biasanya diisi oleh kapas, bulu unggas dan sebagainya. Selain itu ada pula guling yang terbuat dari anyaman bambu.

Tapi apa jadinya kalau guling yang biasa membuat kita nyaman itu berubah menjadi bentuk yang sering kita takutkan? Tentunya ini adalah hal yang benar-benar menguji nyali.

Bagaimana Mulanya Guling Tercipta?

Guling merupakan si teman tidur yang tidak boleh absen, terutama di malam hari. Guling terbuat dari bahan yang sama dari bantal hanya saja memiliki bentuk yang berbeda, ini agak edikit bulat dan memanjang. Bagi sebagian orang Indonesia guling telah menjadi kebiasan tidur yang tidak boleh dilewatkan ketika tidur.

Dalam bahasa Inggris, guling biasa disebut dengan Bolster. Guling ternyata memiliki nama unik loh, ini juga disebut dengan Dutch wife atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti istri Belanda. Dalam sebuah novel jejak langkah, salah satu tokohnya yang bernama Pramoedya Ananta Toer mencoba untuk menjelaskan asal mula guling melalui sebuah kelakar.

Bentuk guling yang agak memanjang sebenarnya berasal dari guling yang sudah ada pada beberapa budaya Asia Timur. Di Cina sendiri benda ini disebut dengan Zhufuren, di Korea dikenal dengan nama Jukbuin dan di Jepang dikenal dengan istilah Chikufujin. Semuanya mengacu pada guling dengan bentuk memanjang, namun tidak terbuat dari bahan yang kita pakai sekarang, mereka terbuat dari bambu.

Masuknya budaya China ke Indonesia dan kemudian munculnya penjajahan telah membuat guling yang sebelumnya tidak begitu terkenal menjadi banyak digunakan oleh orang Belanda hingga akhirnya ditiru oleh banyak orang. Saat ini guling telah menjadi sangat pouler bagi orang Indonesia dan menjadi teman favorit untuk menemani tidur.

Berbagai Jenis Guling

Guling yang menjadi teman tidur saat malam hari ini memiliki banyak jenisnya. Umumnya ada 5 jenis guling tidur, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Akan tetapi lebih baik untuk memilih jenis guling yang sesuai dengan kondisi tubuh.

1. Guling Busa

Guling ini terbuat dari bahan sintetis seperti spons sehingga lentur diarahkan kemana saja. Saat tidak digunakan, guling akan langsung kembali ke bentuk semula, namun akan terasa panas jika terlalu lama digunakan.

2. Guling Memory Foam

Terbuat dari busa polyurethane yang bisa menyerap keringat. Bedanya, guling ini tidak selentur yang busa karena butuh waktu lebih lama untuk kembali ke bentuk semula setelah digunakan.

3. Guling Dakron

Terbuat dari serat plastik. Kelebihannya, guling ini tidak mudah kotor dan dihinggapi kutu. Ada tiga jenis dakron, yaitu dakron reguler (bahannya lebih kasar dan paling murah), silikon (berserat halus) dan siliconized polyster fiber (bahannya paling halus dan berdaya kembang lebih tinggi).

4. Guling Bulu Angsa

Guling ini berisi bulu angsa yang harganya sangat mahal, akan tetapi nyaman untuk digunakan. Sebaiknya guling ini tidak digunakan bagi kalian yang alergi terhadap debu karena guling ini mudah sekali kotor dan berdebu.

5. Guling Lateks

Guling ini berisi material dari karet yang kenyal. Kelebihannya, guling ini khususnya lebih tahan, bebas kutu dan tetap dingin meskipun sudah lama digunakan.

Guling Berbentuk Pocong

Salah satu toko Olshop bernama Mon Hia yang berbasis di Thailand, kini menjual guling yang berbentuk pocong. Bentuk bantal guling yang terlalu biasalah yang membuat salah satu pembuat bantal guling di Thailand memproduksi bantal guling ekstrem berbentuk pocong.

Inovasi Thailand ini menawarkan bantal dan guling yang bukan hanya bentuknya, namun perawakannya juga mirip dengan hantu paling ditakuti di Indonesia tersebut. Berwarna putih seperti kafan dan dilengkapi dengan ikatan di bagian ujung kepala dan batang tubuhnya. Tak tanggung-tanggung, guling tersebut juga memiliki wajah menyeramkan layaknya pocong yang sering kita jumpai di film-film, plus dilengkapi dengan motif yang menyerupai bercak darah.

Pada penjualan di hari pertamanya, Natawud Supsumruam mengatakan kalau di hari pertama penjualan sudah laku 20 pocong dan terus bertambah di hari-hari berikutnya. Dia juga mengklaim bahwa pembelinya tidak hanya dari Thailand saja, namun juga berasal dari Malaysia dan Indonesia.

Warga Thailand Sangat Menyukai Pocong

Berbicara soal hantu pocong itu sendiri ternyata ada berita aneh dan unik di negara Thailand. Pasalnya di negara tersebut, pocong yang biasa kita takutin tersebut malah kebalikannya, banyak warga dari Thailand yang menyukai hantu pocong tersebut.

Kita percaya bahwa tidur sambil memeluk guling merupakan salah satu kenikmatan dunia, meski tingkat kenyamanannya jauh berbeda dengan nikmatnya memeluk pasangan. Akan tetapi penafsiran itu jauh berbanding terbalik dengan warga Thailand. Mereka justru menganggap kalau memeluk guling berbentuk pocong sangatlah lebih mengasyikan daripada dengan bantal guling biasanya atau kekasih.

Entah apa yang membuat warga Thailand memiliki pemikiran tersebut. Tapi yang pasti, pendapat seperti itu dilontarkan sejak Onlineshop di Thailand menjual beraneka bantal dan guling berbentuk pocong. Onlineshop itu mempromosikan barang dagangannya dengan menyertakan gambar guling yang menyerupai pocong beserta modelnya.

Model yang berada pada Olshop itu pun tidak merasakan ketakutan akan hantu pocong tersebut. Bahkan semua model yang mempromosikan guling itu sangat menikmati, memeluk dan meniduri bantal yang menyerupai hantu pocong tersebut.

Terlihat dari apa yang mereka lontarkan, sepertinya warga kekinian di Thailand lebih mengidolakan pocong ketimbang manusia, padahal wajahnya seremm… Di negara yang sepakbolanya entah mengapa selalu lebih superior dari timnas kita itu, guling berwujud pocong begitu nge-trend di sana.

Nah, jika kalian penasaran bagaimana bentuk asli dari guling berbentuk pocong hantu Indonesia tersebut, kalian bisa langsung pesan via online.

 

 

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.