circadianshift.net

Konyol, Beberapa Negara Ini Minta Warganya Agar Sering Lakukan Hubungan Seks

Menurut data PBB, saat ini penduduk Bumi mendekati 7,5 miliar orang dan pada tahun 2050 nanti tepatnya 33 tahun yang akan datang penduduk di bumi diperkirakan akan bertambah mencapai 2,4 milyar orang lagi. Setiap detik rata rata 4,9 bayi lahir di dunia, setiap hari hanya separuh orang meninggal dibanding yang lahir atau sekitar 2 orang meninggal setiap detik. 140 juta kelahiran setahun, dibanding 57 juta orang meninggal setiap tahun. Artinya manusia di bumi bertambah 83 juta orang pertahun. Jumlah penduduk di dunia hanya berkurang ketika perang dunia 1 dan perang dunia ke 2.

Negara China menjadi salah satu negara yang menyumbang manusia paling banyak dengan jumlah 1.373.541.278 jiwa dan kemudian di susul oleh negara India dengan jumlah 1.266.883.598 jiwa. Namun saat ini pertumbuhan penduduk di China sudah melambat dan malah India melompat mencapai 1,6 milyar penduduk, luar biasa ya guys.

Oleh karena itu data dari PBB memperkirakan jumlah penduduk bumi akan menembus 10,9 milyar orang di tahun 2100 nanti. Nah, melihat penduduk bumi sudah sebanyak itu malah masih ada negara di dunia ini yang justru warganya diminta oleh pemerintah untuk melakukan hubungan seks atau bercinta. Memang agak sedikit aneh, namun kebijakan ini dilakukan untuk kebijakan kelayakan masa depan suatu bangsa.

Bahkan beberapa negara di Eropa ini menyarankan agar warga negaranya memiliki anak lebih dari dua, ebusyet mau sebanyak apa lagi umat manusia di bumi ya! Dan inilah beberapa negara yang meminta warganya untuk sering melakukan hubungan seks atau bercinta:

India

Yang dimaksud di sini bukan warga India karena populasi masyarakat umum di negara ini berkembang pesat, namun golongan masyarakat Parsi di negara tersebut perlahan-lahan makin berkurang. Namun orang di komunitas Parsi di India menyusut sekitar 114.000 orang pada tahun 1941 dan pada tahun 2001 semakin menyusut menjadi 61.000 orang dan pada sensus terakhir hanya ada 69.000 orang. Masalah tersebutlah yang menimbulkan serangkaian iklan provokatif pada tahun 2014 dipakai untuk mendorong populasi masyarakat Parsi dengan slogan ‘Be responsible – don’t use a condom tonight‘. Nah, mungkin karena iklan ini juga kali ya negaranya jadi kebablasan dan sekarang jumlah penduduknya udah ngalahin China.

Italia

Negara ini memiliki tingkat kesuburan 1,43 jauh di bawah rata-rata kesuburan Eropa yang mencapai 1,58, Italia telah mengambil pendekatan kontroversial untuk mendorong warga memiliki lebih banyak anak. Dengan menambahkan tingkat kesuburan penduduknya, seperti laporan Bloomberg, negara ini telah menjalankan serangkaian iklan yang menyadarkan orang Italia untuk memiliki anak yang lebih banyak.

Spanyol

Di negara ini tingkat pengangguran jauh lebih tinggi dari pada tingkat kesuburan. Dimana sekitar separuh dari anak muda di Spanyol tidak memiliki pekerjaan. Hal ini adalah tingkat kedua tertinggi di Eropa setelah Yunani. Untuk mengatasi tren yang mengkhawatirkan, pemerintah Spanyol mempekerjakan seorang komisaris khusus, Edelmira Barreira, pada bulan Januari 2017 agar mengangkat menteri khusus seks untuk mencoba membalikkan keadaan. Tugas pertamanya adalah menemukan berbagai penyebab tren dan merancang strategi makro untuk membalikkannya. Dimana tingkat kesuburan yang meningkat dan pengangguran yang menurun.

Singapura

Singapura memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia, hanya 0,81 anak per perempuan. Menghadapi krisis ini pemerintah langsung membuat sebuah kampanye National Night untuk mendorong pasangan muda memiliki anak. Bahkan pemerintah menawarkan uang tunai bagi pasangan yang memiliki lebih dari satu anak. Orang tua akan menerima ‘baby bonus’ sekitar 4400 Dollar Singapura untuk dua anak pertama dan 5900 Dollar Singapura untuk anak ketiga dan keempat.

Hongkong

Dengan tingkat kesuburan hanya 1,18 anak per wanita, Hong Kong menghadapi tantangan yang sama seperti di negara-negara industri lainnya. Jumlah anak muda tidak cukup untuk menggantikan warga lanjut usia, populasi semakin berkurang dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Negara ini mengusulkan pemberian uang tunai bagi pasangan untuk mendorong mereka agar memiliki anak dan itu mulai terjadi pada tahun 2013. Mereka memberikan gagasan seperti itu karena melihat dari Singapura, yang dimana oranag tua menerima uang bonus bayi sekitar $4.400 untuk dua anak pertama mereka dan $5.900 untuk ketiga dan keempat mereka. Akan tetapi pemerintahan Hongkong Belum pernah terwujud hingga saat ini.

Korea Selatan

Uniknya Korea Selatan memiliki kebiasaan dimana setiap hari rabu pada minggu ketiga setiap bulan, seluruh kantor-kantor di Korea Selatan akan mematikan listriknya pada jam 7 malam ditujukan sebagi hari keluarga. Para pekerja kantor tersebut akan sisuruh pulang dan meluangkan waktu bersama pasangannya dirumah untuk membuat anak.

Negara ini memlakukan hal konyol seperti ini lantaran Korea Selatan memiliki tingkat kesuburan hanya 1,25 anak per wanita, negara ini mengambil langkah apapun untuk mempromosikan kehidupan keluarga, bahkan menawarkan insentif tunai kepada orang-orang yang memiliki lebih dari satu anak.

Romania

Pada tahun 1960 pertumbuhan pendudukan di Romania cenderung meningkat, sehingga pemerintah memberlakukan pajak penghasilan 20% untuk pasangan yang tidak memiliki anak. Idenya adalah jika warganya tidak berkontribusi pada negara komunis dengan menciptakan buruh masa depan, makanya mereka harus membayar sejumlah uang.

Pada tahun 1980, sayangnya kebijakan ini tidak kunjung membaik, wanita di Romania menghadapi ujian ginekologi paksa yang dilakukan oleh “unit komando demografis” untuk memastikan kehamilan. Ketika kepemimpinan Rumania berganti pada tahun 1989, kebijakan brutal itu akhirnya runtuh. Hasilnya wanita Romania hanya memiliki satu anak dan tingkat kesuburan semakin terpuruk.

Denmark

Denmark adalah negara Nordik kecil yang memiliki tingkat kesuburan yang rendah, sekitar 1,73. Mereka hanya menghasilkan satu anak per wanita. Bahkan karena hal tersebut sebuah perusahaan travel di negara ini, Spies Rejser, memberi iming-iming bagi keluarga untuk memiliki lebih banyak anak. Mereka menawarkan perlengkapan bayi selama tiga tahun bagi pasangan yang memesan paket liburan melalui perusahaan tersebut.

Rusia

Baru-baru ini Tech Insider memberitakan bahwa Rusia mengalamibadai demografi yang luar biasa. HIV dan minuman keras yang marak membuat perempuan tidak memiliki anak dan banyak laki-laki meninggal di usia muda. Lebih paranaya wanita disana nyaris tidak ingin memiliki bayi. Lambat laun masalah ini menjadi  semakin terpuruk sehingga pada tahun 2007 Rusia mendeklarasikan tanggal 12 September sebagai Hari untuk membuat anak.  Dan apa bial ada perempuan yang melahirkan tepat sembilan bulan kemudian yakni di tanggal 12 Juni akan memenangkan lemari es (what???).

Jepang

Sebuah survei yang dilakukan tahun 2011 menemukan 61 persen laki-laki yang belum menikah dan 49 persen perempuan berusia 18-34 tidak sedang memiliki hubungan yang romantis. Untuk mengajak orang-orang muda berkeluarga, para ilmuwan menciptakan Yotaro–bayi robot yang dirancang untuk memberikan pandangan sebagai orang tua. Mahasiswa di Universita Tsukuba berpendapat bahwa jika orang-orang muda bisa melihat diri mereka potensial menjadi seorang ibu dan ayah, secara emosional mereka lebih siap untuk berkeluarga.

Terdengar aneh memang tapi kebijakan tersebut memang benar-benar ada loh guys, duh nggak kebayang deh jika semua negara memiliki kebijakan yang sama seperti negara ini, yang ada jumlah manusia di bumi membludak nggak karuan, untung Indonesia 2 anak cukup ya guys.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.