circadianshift.net

Nyusul Belanda, Kini Singapura Juga Ikut Buat Jalan Glow In The Dark

Memang sudah bukan hal yang baru lagi jika menggunakan material Glow In The Dark. Memang penggu penggunaan material ini sering dianggap sebuah kemunduran, karena material Glow In The Dark sudah ada sejak era retro pada tahun 80-an. Akan tetapi, bagi para ilmuan justru memiliki pendapat yang berbeda, bahwa teknologi seperti luminescent berpendar dapat menjadi jawaban untuk membangun sebuah kota akan menjadi lebih maju.

Nah ternyata Singapura telah menjadi salah satu negara yang menggunakan material Glow In The Dark untuk sebuah jalur  yang bersinar dalam kegelapan agar dapat meningkatkan keamanan dan jarak pandang di malam hari. Kira-kira seperti apa jalur Glow In The Dark di Singapura ini, yuk kita simak artikel berikut ini.

Singapura Bangun Jalan Glow In The Dark

Secara harafiah, Glow In The Dark berarti menyala dalam gelap, material Glow in The Dark sendiri dapat menyerap cahaya dan terlihat berpendar saat gelap (cahaya yg diserap, disimpan dan dipantulkan kembali).

Siapa yang tak tahu negara kecil yang satu ini, negara yang berada di sebelah selatan semenanjung Malaya 37 kilometer (85 mi) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan.

Negara yang satu ini juga menjadi pusat keuangan terdepan ketiga di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia. Selain itu negara ini juga memiliki penduduk yang disiplin dan sangat menjaga kebersihan. Economist Intelligence Unit juga menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan urutan kesebelas di dunia.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Singapura kini muncul dengan pemberitaan perihal inovasi yang negara tersebut gunakan. Singapura yang juga terkenal dengan negara paling inovatif di Asia telah memboyong beberapa kali penghargaan Global Innovation Index.

Beberapa hari yang lalu, Singapura menguji sebuah jalan yang dapat bersinar ketika di malam hari. Pembuatan jalan dengan material Glow In The Dark ini dengan tujuan meningkatkan keamanan dan jarak pandang di malam hari.

Sehingga tidak ada lagi kejahatan yang terjadi di malam hari dan warga dapat berjalan dengan rasa aman dan nyaman tanpa khawatir. Bahkan dengan adanya cahaya yang timbul di aspal jalan, warga dan wisatawan pun dapat terhibur juga.

Jalan Glow In The Dark ini sendiri terletak di antara Jalan Choa Chu Kang dan Jalan Bukit Timah Atas, jalur Glow In The Dark ini dipasang sepanjang 400 meter. Jalur cantik ini juga dibagi menjadi empat bagian yang berisi berbagai bahan permukaan yang berbeda, yaitu kerikil halus, rumput dan kerikil, beton berpori berwarna tanah, dan mineral aluminat strontium alami yang tidak beracun.

Bahan permukaan yang berbeda saat ini sedang diuji untuk menentukan mana yang paling populer. Selain itu, masyarakat juga turut diundang untuk mencoba jalur ini untuk memberikan feedbacks tentang proyek tersebut. Kabar bahagianya ialah jalan ini dibuka untuk umum dan dapat dikunjungi kapan saja oleh wisatawan atau warga asli Singapura. Jalan yang di buat ini dapat memantulkan cahaya-cahaya yang berkilauan yang terlihat sangat cantik dan mengagumkan. Butir-butir kecil yang berwarna hijau, tosca hingga ungu mampu membuat jalan tampil semakin memikat dan mendorong kunjungan wisatawan.

Belanda Menjadi Negara Pertama

Sebelum Singapura buat jalan cantik yang berwarna ini, ternyata Belanda sudah duluan lho. Pada pertengahan 2013 lalu seorang desainer asal Belanda, Daan Roosegaarde, dan sebuah firma teknik sipil, Heijmans, menjadi pusat perhatian karena membangun jalan glow-in-the-dark pertama di dunia. Jalan futuristik yang dibangun di Belanda ini dicat dengan menggunakan cat yang dicampur dengan serbuk luminescent yang menyerap sinar matahari di siang hari dan kemudian memancarkan cahaya hijau di malam hari selama lebih dari 10 jam.

Jalan ini dibangun oleh Roosegaarde sebagai jalan yang interaktif, ramah lingkungan dan aman, terutama di daerah pedesaan yang kurang penerangan jalan. Walaupun jalan yang menjadi model percontohan ini mendapat banyak pujian, ternyata masih ada beberapa kendala yang muncul beberapa saat setelah peresmian jalan tersebut. Cat glow-in-the-dark yang digunakan sensitif terhadap kelembaban dari curah hujan yang menyebabkan pudarnya pancaran cahaya hijau dari cat tersebut.

Hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Heijmans yang mengatakan bahwa isu tersebut hanyalah sementara dan diharapkan tidak menjadi penghalang bagi model percontohan ini. Hasil ujicoba pada model percontohan jalan glow-in-the-dark ini akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk pengembangan kedepan, yakni Glowing Lines 2.0, yang diharapkan bisa dirilis pada musim panas.

Sementara tim Smart Highway mencari solusi agar jalan raya tersebut rata dan mulus, Roosegaarde terus bereksperimen dengan teknologi glow-in-the-dark untuk sebuah penemuan yang dapat menggantikan lampu jalan pohon luminescent.

Bekerja sama dengan Bioglow, sebuah firma bioteknologi Amerika yang di awal tahun 2014  mengembangkan tumbuhan pertama di dunia yang mampu memancarkan cahaya, Roosegaarde dan rekannya Alexander Krichevsky membayangkan jalan-jalan raya yang disinari pohon-pohon bercahaya. Dengan prinsip biomimikri, tumbuhan yang memancarkan cahaya ini diciptakan dengan cara menggabungkan DNA dari bakteri laut luminescent.

Masih belum jelas secepat apa teknologi ini akan menggantikan sumber pencahayaan konvensional, namun penemuan ini dengan perlahan telah membawa ide inovatif menjadi kenyataan. Inovasi telah membawa kita ke zaman dimana generasi zaman dulu bahkan tidak pernah membayangkannya.

Duh, makin canggih aja ya perkembangan zaman sekarang, semoga aja nggak cuam negara-negara itu saja yang memiliki jalan Glow In The Dark, semoga Indonesia juga ikut nyusul deh.

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.